PSPS dan Kalteng Putra Sudah Cicil Utang, tapi Hukuman Belum Lepas

PSPS Pekanbaru dan Kalteng Putra sudah mencicil tunggakan gaji pemain. Tapi, hal itu belum otomatis mencabut hukuman mereka.

Setelah Perserang Serang berhasil melunasi tunggakan gaji pemain, kini ada klub Liga 2 2020 lainnya yang sudah menunjukkan progres untuk menyelesaikan masalah. Adalah PSPS dan Kalteng Putra.

PSPS tercatat menunggak utang 20 pemain dengan total uang Rp 781,5 juta. Kalteng Putra memiliki tunggakan Rp 1,9 miliar. Utang itu meliputi 26 pemain senior, 60 pemain kelompok umur, staf, sampai kitman.

Kedua klub sudah mulai mencicil utang-utangnya. Namun, apa yang dilakukan PSPS dan Kalteng Putra masih menyalahi prosedur karena tak memberi tahu APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia), yang memiliki kuasa kepada pemain terkait masalah ini.

“Jadi pemain ini ada dikontak, terus ada pemberitahuan dari PT LIB (Liga Indonesia Baru) bakal bayar gajinya. Ada laporan dari pemain ke APPI. Yang membayar PSPS dan Kalteng,” kata kuasa hukum APPI, Riza Hufaida, lewat sambungan telepon.

“Kami kritis juga di sini. Kuasa pemain sudah di APPI, harusnya yang membayar berhubungan dulu dengan kami. Ini dibayar sepihak tanpa diketahui APPI,” sambungnya.

Meski sudah mencicil tunggakan gaji pemain. Situasi itu belum bisa mencabut hukuman PSPS dan Kalteng Putra, yang tidak boleh tampil di Liga 2 2020.

“Kami kemudian kirim surat tanggal 20 Maret kemarin, intinya kami pada sikap awal. Menuntut tunggakan gaji dibayar sekaligus. Pencicilan ini secara hukum belum mencabut hukumannya karena harus dibayar lunas,” Riza menegaskan.