Kalteng Putra Dulu Ngebet Boyong Diego Forlan, Kini Banyak Utang

Kalteng Putra terjerat masalah penunggakan gaji. Padahal, Isen Mulang dulu pernah berobsesi memboyong Diego Forlan.

Kalteng Putra tampil di Shopee Liga 1 2019. Dia berhasil promosi dari Liga 2 2018 setelah meraih tempat ketiga.

Langkah mereka untuk mengarungi Liga 1 2019 cukup oke. Mendatangkan beberapa pemain top seperti Patrich Wanggai sampai Yu Hyun-koo.

Lebih gilanya lagi, Kalteng Putra itu membidik Diego Forlan. Tentu harganya tidak akan murah untuk sekelas pemain yang pernah menjadi andalan Inter Milan, Manchester United, hingga Atletico Madrid.

Harapan Kalteng Putra untuk membawa Forlan pada prosesnya gagal. Ketika itu, pihak klub mengaku gagal karena tak bisa memenuhi fasilitas yang diinginkan Forlan.

Musim 2019 pun dilalui Kalteng Putra. Mereka gagal bertahan dan harus turun ke Liga 2. Jelang Liga 2 2020, Kalteng Putra ternyata mengalami masalah. Mereka menunggak gaji banyak orang di tim.

Utang Kalteng Putra berkisar Rp 1,9 miliar. Utang itu meliputi 26 pemain senior, 60 pemain kelompok umur, staf, sampai kitman.

Sampai saat ini utang belum dibayar dan seharusnya Kalteng Putra tak bisa tampil di Liga 2 2020. Namun, mereka malah tetap main dan menjalani laga pembuka di markas Persiba Balikpapan akhir pekan lalu.

Nah, kompetisi saat ini sedang dihentikan karena pandemi virus Corona. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mendesak jeda ini bisa dimanfaatkan klub untuk melunasi utang.

“Memang kemarin dari manajemen lama itu mau diselesaikan. Manajemen baru juga katanya mau tanggung jawab,” kata pelatih Kalteng Putra, Eko Tamamie, lewat sambungan telepon.

“Manajemen lama sudah tidak ada lagi. Sekarang sudah baru semua. Saya tidak berwenang bicara. Kalau saya dengar kemarin itu, memang akan tetap dibayar,” sambungnya.

Kalteng Putra dikabarkan siap membayar utang, namun menunggu kucuran subsidi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB). Sialnya, dana dari LIB cuma Rp 1,150 miliar dan bakal dikucurkan tujuh trim. Artinya, nominal tersebut jauh dari cukup untuk menyelesaikan masalah.