Sulut United Hiraukan Kerugian Besar Akibat Tertundanya Liga 2 2020

Sulut United, tak memikirkan kerugian besar yang didapatkan akibat dihentikannya Liga 2 2020 menyusul mewabahnya virus corona. Manajemen klub berjuluk Hiu Utara ini mengaku lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dibandingkan segalanya.

Akibat invasi virus corona di Indonesia, PSSI menunda penyelenggaraan Liga 1 dan 2 selama dua pekan, terhitung sejak Senin (16/03/20) lalu. Melihat draft jadwal yang ada, seluruh klub baru berlaga pada pekan pertama bulan April nanti.

Kembali ke Sulut United, tiga laga klub biru langit ini tak dapat dimainkan akibat dihentikannya Liga 2 2020 sementara waktu. Masing-masing melawan Persewar Waropen dan dua laga kandang melawan Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar.

Tentu saja, ada kerugian yang didapatkan akibat batalnya ketiga laga tersebut. Terutama pada laga kontra Persewar, Sulut United dipastikan harus kembali ke Papua dan tentu harus mengeluarkan biaya penerbangan yang lebih banyak.

Padahal, Sulut United seharusnya hanya melakukan sekali perjalanan ke Papua dan langsung menghadapi PSBS Biak dan Persewar. Namun, mereka hanya bisa melawan PSBS sebelum akhirnya PSSI menghentikan sementara Liga 2 2020.

Meski demikian, Sulut United tak memikirkan kerugian tersebut demi mengedepankan sisi kemanusiaan. Seperti yang dikatakan oleh manajer Muhammad Ridho yang mendukung keputusan tersebut agar penularan corona bisa ditekan.

“Dampak virus corona sangat memprihatinkan, keputusan yang tepat diambil oleh federasi (PSSI) dan operator liga (PT LIB). Pasti ada dampak buruknya untuk kami, namun keputusan ini menyangkut kemanusiaan dan harus diutamakan,” ungkap Ridho kepada INDOSPORT, Kamis (19/03/20).

Sejak Senin lalu, pemain Sulut United diliburkan untuk memberikan kesempatan berkumpul dengan keluarga masing-masing. Rencananya, pelatih Ricky Nelson kembali akan menghelat latihan di Manado, Sabtu (21/03/20) mendatang.