APPI Ingatkan PSPS: Tunggakan Gaji Pemain Jangan Dicicil!

Belum diketahui bagaimana mekanisme PSPS Pekanbaru menyelesaikan tunggakan gaji pemain. Namun, pembayaran diminta jangan sampai dicicil.

PSPS sedang bermasalah dalam melunasi tunggakan gaji pemain. Akibatnya, klub berjulukan Askar Bertua sampai harus dihukum tidak boleh mendaftarkan pemain dalam tiga periode.

Direktur Utama PSPS, Arsadianto Rahman, sempat berkomitmen untuk membayar tunggakan gaji pemain. Cara membayarnya dengan memanfaatkan subsidi klub Liga 2 2020 sebesar Rp 1,150 miliar.

Hal itu menjadi pertanyaan, sebab subsidi klub dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dibayar dalam tujuh trim, atau tidak dikeluarkan semua secara langsung.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengingatkan, bahwa PSPS jangan sampai mencicil tunggakan gaji pemainnya. Ia juga menilai bahwa mekanisme yang sempat dilontarkan PSPS ibarat menggampangkan masalah.

“Itu terserah PSPS, tapi mekanismenya tidak seperti itu. Seperti menggampangkan masalah. Melempar masalah, lalu tidak mau ambil subsidi. Tidak seperti itu,” kata Kuasa Hukum APPI, Riza Hufaida.

“Buat pemain memang tidak masalah sumbernya dari mana dan seperti apa. Terpenting, dibayar tunai dan sekaligus, tidak bisa dicicil-cicil,” sambungnya.

Apa yang dikatakan Riza, tertuang dalam putusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC). Hukuman PSPS bisa otomatis lepas jika sudah lunas tunggakan gaji pemain.

Riza juga mempertanyakan masalah LIB, yang sempat belum melunasi subsidi klub-klub. Terlebih subsidi itu sebenarnya milik klub yang berasal dari hak siar dan sebagainya. Akibatnya, banyak klub beralasan mau membayar tunggakan gaji jika subsidi sudah turun.

1 Comment

  1. Harap maklum lah, ekonomi lagi sulit. Apalagi ada wabah penyakit. Keuangan minus. Mau bagaimana lagi terpaksa bayarnya dicicil seperti kredit sepeda motor.

Comments are closed.