Liga 2 2020 Rehat, BOPI: Momentum Selesaikan Utang Klub

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) ingin rehatnya Liga 2 2020 dimanfaatkan klub untuk menyelesaikan masalah utang. Kompetisi dihentikan sampai dua pekan ke depan mulai, Senin (16/3/2020).

Ditundanya kompetisi merujuk dari keputusan PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Kemenpora. Keputusan ini diambil di sela-sela pembukaan Liga 2 2020 saat Persiba Balikpapan menjamu Kalteng Putra Sabtu (14/3/2020).

Sejauh ini BOPI belum memberikan izin rekomendasi gelaran Liga 2. Alasan utang gaji klub kepada pemainnya yang membuat BOPI belum mengeluarkan rekomendasi.

Namun Liga 2 tetap dibuka dengan laga Persiba Balikpapan kontra Kalteng Putra, Pertandingan dimenangi tuan rumah dengan skor 3-2 di Stadion Batakan, Balikpapan.

Dari catatan BOPI, ada lima klub yang menunggak gaji pemain. Mereka adalah PSPS Riau, Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang Serang, dan PSMS Medan.

BOPI menegaskan bahwa rekomendasi akan diterbitkan jika masalah tunggakan sudah diselesaikan. Hal itu ditegaskan BOPI lewat rilis resmi.

“Khusus bagi Liga 2 tahun 2020 Indonesia, BOPI berharap PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga, mempergunakan waktu penundaan kegiatan liga ini untuk menyelesaikan masalah penunggakan gaji klub peserta Liga 2 tahun 2020 kepada para pemain,” tulis rilis resmi BOPI.

“Sehingga Rekomendasi BOPI yang belum keluar dapat segera diterbitkan sebelum Liga 2 tahun 2020 dimulai kembali pada saat yang memungkinkan.”

Selain klub, PT LIB juga masih punya utang subsidi kepada beberapa klub Liga 2. Salah satunya Sriwijaya FC yang terus menagih hal ini kepada operator kompetisi.

Klaim Sriwijaya, LIB berutang sekitar Rp 3 miliar lebih. Itu adalah jumlah subsidi yang belum dibayar dari keikutsertaan Laskar Wong Kito sejak tampil di Liga 1 2017.