APPI Tak Mau Nasib Pemain Indonesia Seperti Pemain Di Eropa

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), telah menyatakan sikapnya terkait Liga 1 yang tetap bergulir di tengah wabah virus COVID-19 (corona).

Sebagai wadah yang mengayomi pesepakbola profesional di Indoonesia, APPI menginginkan proteksi terhadap pemain supaya ditingkatkan.

Melalui Mohamad Hardika Aji selaku sekjen, APPI menyatakan tidak ingin ada pesepakbola Indonesia yang bernasib buruk seperti beberapa pesepakbola di Eropa.

Selain itu, Aji juga tak menampik untuk menyarankan agar menunda Liga 1, dan Liga 2 dengan catatan jika keadaan di Indonesia semakin memburuk.

“Jangan sampai ada kasus seperti pemain di Eropa. Jika operator dan federasi merasa yakin aman, tolong buat standarisasi prosedur seaman mungkin,” papar Aji.

“Kalau keadaan semakin tidak kondusif, opsi penundaan harus menjadi opsi yang paling dipertimbangkan,” sambung Aji.

APPI belum menyatakan tegas supaya kompetisi ditunda. Hal ini selaras dengan pernyataan PSSI serta PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang juga belum bersikap untuk menghentikan kompetisi di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali juga belum memberikan sinyal untuk memberhentikan kompetisi olahraga termasuk sepakbola di Indonesia.

Meski demikian, sudah ada beberapa kompetisi yang sadar diri untuk berhenti seperti Indonesia Basketball League (IBL).

Sejauh ini, jumlah pasien terjangkit virus COVID-19 semakin bertambah. Sampai Sabtu malam (14/3) pukul 18:30, sudah ada 96 pasien terjangkit virus corona di Indonesia.

1 Comment

Comments are closed.