Persiba Vs Kalteng Putra, Tim Tamu Merasa Kurang Beruntung

Pelatih Kalteng Putra, Eko Tamamie, mengatakan permainan antara timnya dan Persiba Balikapapan cukup berimbang pada laga pembuka kompetisi Liga 2 2020.

Laga Persiba Balikpapan vs Kalteng Putra yang berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (14/3/2020), berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan tuan rumah.

Tiga gol kemenangan Persiba dicetak oleh Yusuf Efendi pada menit ketujuh, Edy Gunawan (19′) dan Aji Kusuma (21′).

Adapun dua gol Kalteng Putra tercatat atas nama Moh Al Amin Syukur Fisabillah (9′) dan Fulgensius Billy Paji Keraf (11′).

Eko Tamamie menilai faktor kekalahan timnya lebih banyak diakibatkan keputusan wasit yang merugikan.

Meski demikian, Eko menegaskan bahwa timnya juga kurang beruntung setelah sempat unggul lebih dulu.

“Permainan cukup berimbang, tetapi saya secara pribadi banyak koreksi kepemimpinan wasit. Beberapa kali kami dirugikan dengan keputusan-keputusan soal hal mendasar dalam sepak bola,” kata Eko pada konferensi pers usai pertandingan.

“Akan tetapi, dalam artian bukan saya mengkambinghitamkan wasit. Memang kami malam ini (kemarin) kurang beruntung saja. Tadi sempat unggul, tetapi kecolongan juga,” ucap dia melanjutkan.

Sama halnya dengan sang pelatih, bek Kalteng Putra, Moh Al Amin Syukur Fisabillah, juga menganggap timnya kurang beruntung saat bertandang ke markas Persiba.

“Kami sudah main maksimal, ya kurang beruntung saja di sini,” kata Fisabillah.

Selain itu, menyusul pengumuman kompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang ditunda untuk sementara waktu, Eko menyambut baik keputusan tersebut.

Sebab, selain mematuhi peraturan, Eko juga mengatakan hal itu bisa menjadi keuntungan bagi timnya supaya bisa mempersiapkan diri dengan lebih bagus.

Namun, Eko menambahkan saat ini dirinya dan manajemen belum memutuskan apapun terkait penundaan kompetisi tersebut.

“Mungkin kami belum tahu ya, nanti kami lihat lagi. Kami bersyukur kalau kompetisi dihentikan sementara karena kami bisa persiapan lagi,” kata Eko.

“Terus terang, kemarin bicara dengan manajemen juga mintanya mundur karena persiapan mepet.”

“Kalau kompetisi ditunda, kami bisa persiapan dengan lebih maksimal,” kata Eko mengakhiri.