Gulirkan Kembali Kompetisi Usia Muda, PSSI ingin Pantau Bibit Unggul

Ketua PSSI Moch. Iriawan atau kerap disapa Iwan Bule menyatakan akan menggulirkan kembali kompetisi usia muda bertajuk Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan Liga U-18 yang akan rencananya akan digelar mulai akhir Maret ini.

Kompetisi Elite Pro Academy 2020 akan menjadi ajang yang sudah dijalankan untuk ketiga kalinya sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2018.

Rencananya, Elite Pro Academy U-16 dan U-18 ini akan diikuti oleh seluruh tim di kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.

Kompetisi usia muda ini akan sejalan dengan visi program PSSI yang bertujuan untuk pembinaan usia muda.

Selain itu ajang ini juga sebagai sarana mencari talenta-talenta untuk mengisi slot pemain tim nasional usia muda.

Karena dengan adanya kompetisi muda Elite Pro ini pemantauan talenta-talenta pesepakbola muda akan lebih mudah.

Diungkapkan oleh ketua PSSI, bergulirnya ajang kompetisi ini tidak hanya akan bermanfaat bagi PSSI dan tim nasional namun juga akan bermanfaat untuk klub itu sendiri.

“Kompetisi ini bukan hanya untuk kepentingan PSSI. Tapi juga kepentingan klub untuk mempersiapkan pemain-pemain masa depan,” jelas Ketua PSSI, Iwan Bule dikutip dari laman resmi PSSI.

Sejalan dengan program PSSI tersebut nantinya setiap klub di Liga 1 wajib untuk mengirimkan tim mudanya untuk berkompetisi di Elite Pro Academy ini.

Dengan sudah dikenalkan dengan kompetisi usia muda diharapkan para pemain muda masa depan Indonesia ini sudah akan mengenal iklim bersaing secara sehat sejak dini.

Selain itu dengan adanya kompetisi muda Elite Pro Academy ini pemantauan talenta-talenta pesepakbola muda akan lebih mudah.

Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI, juga mengungkapkan hal tersebut.

Menurut pria asal Sumatera Barat itu nantinya ajang ini dapat memudahkan tim pelatih dan pemandu bakat untuk mencari pemain yang diinginkan baik oleh klub atau oleh tim nasional.

Kompetesi Elite Pro Academy yang sudah dijalankan dua tahun ini sudah menelurkan beberapa pemain muda berbakat sepetti Amirudin Bagus kahfi, Brylian Aldama, dan Muhammad Supriyadi.