Pemerintah Dukung PSSI Buat ‘Fatwa’ Perbaiki Stamina 20 Menit

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyetujui rencana PSSI yang akan mengeluarkan fatwa khusus untuk mengatasi masalah stamina pemain Timnas Indonesia.

Menpora mengaku tak heran dengan keluhan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, yang menuturkan pemain Skuat Garuda hanya mampu bermain baik dalam 20 menit.

“Saya setuju jika PSSI mau mengeluarkan itu [fatwa khusus buat pemain Timnas Indonesia] karena itu kelemahan kita. Mulai dari makanan sampai media sosial. Dari masih dipegang coach Fakhri Husaini [Timnas Indonesia U-16] juga handphone-nya diambil waktu mau main. Karena itu ada pengaruhnya buat pemain,” kata Zainudin, Kamis (12/3), merespons perihal disiplin penggunaan media sosial.

Selain bijak dalam bermedsos, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga berencana membuat regulasi perihal makanan dan disiplin waktu dalam peraturan untuk pemain Timnas Indonesia guna memperbaiki kualitas fisik.

Meski kurang dari segi fisik, namun Menpora Zainudin yakin kemampuan individu para pemain Timnas Indonesia tidak kalah dibanding dengan timnas negara lain.

“Sekarang kan mereka latihan masih belum masuk ke taktik, masih fisik. Waktu saya ngobrol di awal-awal itu dia [Shin Tae Yong] sadar kelemahan anak-anak kita di daya tahan dan fisik. Sedangkan skill dan teknik tidak kalah. Tapi kalau fisik anjlok, mentalnya pasti rusak,” ungkapnya.

Menpora berpesan kepada para pemain yang akan dipanggil untuk mengikuti pelatnas untuk terus memaksakan diri menjalani setiap materi dan program yang diberikan Tae Yong.
Pemerintah Dukung PSSI Buat ‘Fatwa’ Perbaiki Stamina 20 Menit

“Harus dipaksa, kalau mau bagus ya ikuti dia [Shin Tae Yong]. Dia sudah terbukti kok, kita di sini mana buktinya? Mental mereka ditempa, Saya setuju dengan gaya latihan keras Shin Tae Yong.”

“Sepak bola Indonesia tuh banyak yang harus dibenahi. Shin Tae Yong datang bawa perubahan untuk membenahi dan harus didukung. Mental mereka ditempa. Jangan karena sesama anak bangsa justru jadi kasihan,” tegas Menpora.

(TTF/jun)