Berlabel Pelatih Paling Jago Meracik Pertahanan, Teco Tak Berkutik di Level Asia

Sejak membesut tim di Liga 1, Stefano Cugurra berstatus sebagai pelatih yang memiliki sistem pertahanan paling oke. Namun, label itu tak berlaku di level Asia, Piala AFC 2020.

Tim besutannya, Bali United, sangat rapuh dalam menggalang pertahanan. Dalam tiga laga, mereka sudah kemasukan tujuh gol. Angka itu menjadi salah satu yang terburuk di fase penyisihan grup.

Satu kebobolan saat bersua Than Quang Ninh (2-1), dua gol di laga vs Svay Rieng (1-2), dan terakhir kemasukan empat gol di pertandingan kontra Ceres-Negros (0-4).

Padahal, sejak Liga 1 2017-2019, Stefano Cugurra alias Teco memilki rekam jejak mentereng di area pertahanan. Di setiap musim, tim arahannya selalu memiliki angka kebobolan paling kecil.

Di Liga 1 2017 saat melatih Persija, timnya hanya kebobolan 24 kali. Jumlah sangat minim ini terbilang luar biasa karena rata-rata tim kebobolan di musim itu mencapai 49 kali.

Memasuki musim 2018, masih bersama Persija, lagi-lagi kekukuhan sistem pertahanan timnya masih yang terbaik. Tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut kemasukan 36 kali. Bahkan pencapaian ini menjadi faktor penting dari langkah mereka menuju juara Liga 1.

Di Liga 1 2019, di mana Teco membawa Bali United menjadi juara, salah satu faktor pendukung utamanya adalah kekuatan pertahanannya. Mereka hanya kemasukan 35 gol saja dalam 34 pertandingan.