Penyelesaian Akhir Masih Jadi Penyakit Borneo FC

Salah satu hal yang disenangi dari Borneo adalah, kemampuan pemain menjaga intensitas permainan.

Sudah dua pekan Liga 1 2020 bergulir, Borneo FC merasakan kekalahan dan kemenangan. Pada pekan pembuka, mereka kalah 3-2 dari Persija Jakarta, lalu kemudian bangkit dengan mengalahkan Persipura Jayapura, 2-0.

Banyak hal yang menjadi catatan dari penampilan skuad arahan Edson Tavares ini. Penyelesaian akhir dinilai sebagai hal yang masih jadi penyakit, karena begitu banyak peluang yang tak bisa diselesaikan menjadi gol.

“Memang ini menjadi PR kami sejauh ini untuk terus membenahi penyelesaian akhir. Seperti kita lihat semua, kami banyak peluang tapi hanya dua gol yang tercipta saat bertemu Persipura. Ini yang akan kami benahi dalam setiap latihan,” ucap Ahmad Amiruddin, asisten pelatih.

Pada pekan ketiga, Borneo akan menghadapi Persela Lamongan, 13 Maret, di Stadion Segiri. Pemain memiliki waktu yang cukup ideal untuk recovery menyambut laga tersebut, hal itu supaya tim tetap bisa bermain dengan intensitas tinggi.

Menurut Amir, salah satu hal yang menjadi keunggulan para pemain saat ini adalah, bagaimana mereka mampu bermain dengan intensitas tinggi. Hal tersebut diperlihatkan ketika melawan Persija, dan Persipura.

“Hal itu menjadi salah satu kebanggaan tim pelatih. Intensitas pemain dari menit pertama sampai akhir tetap sama, dan ini menjadi nilai plus buat pemain. Kami sih berharap hal ini bisa terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan di pertandingan selanjutnya.”