Widyantoro Akui Permainan Persijap Berkembang Kontra Persekat Ω

Pada laga uji coba antara Persekat Kabupaten Tegal kontra Persijap Jepara yang digelar di Stadion Tri Sanja Slawi, Sabtu (7/3/2020) harus dihentikan di menit ke 55 karena faktor cuaca.

Adapun pada laga tersebut, di menit sebelum laga di hentikan, Laskar Ki Gede Sebayu unggul 1-0 atas Persijap Jepara lewat gol dari Abdul Ghani.

Adapun pada laga yang dihentikan karena faktor cuaca, juga tidak memungkinkan dilanjutkan karena faktor stadion tersebut tidak dilengkapi dengan lampu penerangan.

Bahkan pihak Persekat Kabupaten Tegal melalui Sekretaris Umum (Sekum) Persekat Kabupaten Tegal, Tatang Sindawa mengucapkan permintaan maaf kepada tim tamu, Persijap Jepara.

“Karena cuaca yang tidak bersahabat, hujan lebat serta gelap, dengan demikian pandangan pemain terganggu serta ada petir, jadi atas kesepakatan kedua pelatih, panitia penyelenggara, dan manajemen kami sepakat memberhentikan laga tersebut,” katanya, Minggu (8/3/2020).

Meski demikian, lanjut Tatang, pihaknya tetap meminta permohonan maaf kepada tim tamu, Persijap Jepara dan suporter.

“Pastinya kami sudah meminta maaf ke tim tamu dan juga sudah disampaikan ke perwakilan suporter dan mereka menyadari serta memahami kondisi yang terjadi kemarin,” imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi jalannya laga uji coba kontra Persekat Kabupaten Tegal, Head Coach Persijap Jepara, Widyantoro mengaku kondisi tim besutannya itu sudah menunjukkan perkembangan.

“Pemain menunjukkan perkembangan yang cukup baik, mulai dari simulasi pertandingan tandang ini kita banyak peluang.”

“Bahkan, kami pakai dua gelandang bertahan untuk mencoba bertahan, berjalan sesuai arahan,” tegas pria yang akrab disapa Wiwid itu.

Bermain sesuai arahan, Wiwid mengaku gol yang tercipta di kubu Persekat Kabupaten Tegal itu adalah merupakan kecolongan.

“Awal babak kedua anak-anak bermain sesuai arahan, namun di menit ke 39 kita kecolongan dan gol itu tercipta.”

“Dan soal diberhentikan saya akui kami kecewa, karena kondisi lapangan yang becek dan menggenang ini, dan kurangnya lampu penerangan lapangan, tentu saya mengalami kesusahan untuk pemain bisa menerapkan skema permainan,” tukasnya.(hei)