Barito Putera pun Khawatirkan Dampak Corona

Jelang laga Barito Putera menjamu Bali United di Stadion Demang Lehman Martapura pada Jumat (6/3) tadi, panitia melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pemain. Para pemain yang baru turun dari bus langsung diperiksa suhu tubuhnya, dan diambil sampel rambutnya.

Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk mencegah virus corona atau Corvid-19 yang saat ini sedang menjadi persoalan dunia. Bahkan beberapa liga sepak bola negara lain sudah menghapus tradisi ‘salaman’ sebelum pertandingan karena penyebaran virus itu.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi hanya mengimbau kepada semua klub untuk melakukan peningkatan aspek medis di stadion dan area sekitarnya. “Pada laga Barito Putera melawan Bali United ada pemeriksaan suhu badan khususnya untuk kedua ofisial & tim beserta perangkat pertandingan oleh dinas kesehatan terkait,” kata Direktur PT LIB, Cucu Somantri.

Wabah virus corona juga membuat sejumlah laga terancam digelar tanpa penonton. Seperti terjadi di kompetisi Serie A Italia, yang juga memiliki angka persebaran virus cukup tinggi. Tentu akan menjadi kerugian bagi klub Liga 1. Tidak hanya harus kehilangan sumber pemasukan dari penjualan tiket pertandingan. Namun, harus bermain dengan tanpa dukungan suporter di tribun stadion.

Pelatih klub Barito Putera, Djajang Nurjaman menegaskan bahwa Barito cukup keberatan jika harus menjalani laga tanpa penonton karena imbas persebaran virus corona. “Sayang sekali kalau pertandingan harus digelar tanpa penonton. Pasti hambar,” ucap Djajang Nurjaman saat ditemui usai menggelar latihan resmi Barito Putera beberapa waktu lalu.

“Tapi demi kepentingan kemanusiaan, saya pikir kita harus ikut (keputusan PSSI dan PT LIB, Red). Memang dilematis, saya menyayangkan. Apalagi virus (corona) ini cukup menghebohkan. Jadi kita harus waspada,” tambah pelatih 60 tahun tersebut.

Meski demikian, hingga kini baik PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator pertandingan Liga 1 2020 belum mengeluarkan keputusan resmi terkait penundaan laga atau digelar tanpa penonton. Meski begitu, laga sarat gengsi antara Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya semestinya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (7/3) tadi, ternyata harus ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Indonesia memang sempat heboh dengan pengumuman dua pasien yang terinfeksi virus corona. Keduanya berdomisili di Kota Depok. Lokasi ini cukup dekat dengan wilayah DKI Jakarta yang menjadi homebase Persija Jakarta, dan Kota Bogor yang notabene merupakan markas TIRA-Persikabo.(bir/dye/ema)