Konferensi Pers Pakai Masker, Pelatih Persib Anggap Virus Corona Ancaman Serius

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, seakan ingin menyampaikan pesan khusus satu hari menjelang big match di pekan kedua Shopee Liga 1 2020. Dalam konferensi pers di M Cafe, Red Doorz Margosuko, Malang, Sabtu (7/3/2020), Robert memakai masker.

Dia hanya membukanya ketika menjawab pertanyaan dari awak media. Justru saat foto bersama, dia memilih untuk menutup hidung dan mulutnya dengan masker.

Hal itu tak lain karena virus Corona yang sudah memasuki Indonesia. Meski di Malang relatif masih aman, dokter tim Persib Bandung menganjurkan untuk memakai masker.

“Ini sesuai anjuran dokter (memakai masker). Untuk antisipasi. Bukan hanya untuk saya. Tapi, satu tim,” ujar pelatih berusia 64 tahun asal Belanda ini.

Menariknya, perwakilan pemain Persib yang datang dalam konferensi pers, Kim Jefrrey Kurniawan, lebih rileks. Saat konferensi pers, pemain berdarah Jerman itu tidak memakai masker.

Begitu pula pelatih dan pemain Arema, Mario Gomez, bersama Bagas Adi. Mereka menyikapi keberadaan virus COVID-19 tidak dengan cara berlebihan.

Sebenarnya, Robert berharap Liga 1 untuk sementara dihentikan sampai virus Corona teratasi. Dia juga mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan dirinya meminta pertandingan Persib Bandung melawan Arema di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2020), digelar tanpa penonton.

“Saya tidak pernah menyampaikan ingin pertandingan melawan Arema digelar tanpa penonton. Waktu di Bandung, saya bertanya kenapa hanya ada satu pertandingan saja pekan ini yang ditunda (Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya). Saya justru mengapresiasi Federasi Sepak Bola Thailand, yang menghentikan kompetisi selama satu bulan ke depan karena berisiko dalam kondisi seperti ini (menyebarnya virus Corona), ada banyak orang dalam satu stadion. Kasihan jika ada seorang ayah tidak bisa mengajak anaknya atau keluarganya ke stadion,” jelasnya.

Arema Lebih Santai

Sementara kubu Arema lebih santai menyikapi virus Corona ini. Pelatih Mario Gomez memilih pasrah dengan keputusan operator kompetisi dan PSSI.

“Yang lebih paham tentang hal ini adalah dokter. Sekarang kami serahkan kepada penyelenggara kompetisi. Pemain dan pelatih bekerja pada porsinya,” kata Gomez.

Sedangkan bek Arema, Bagas Adi, melihat saat ini kompetisi masih bisa berjalan karena kondisinya memang tidak terlalu parah seperti di negara lain, semisal China dan Korea Selatan.

“Kalau pandangan saya dalam kondisi sekarang, kompetisi sebaiknya tetap berjalan karena banyak orang yang dapat penghasilan di sepak bola,” ujar Bagas.

Roda perekonomian berputar ketika ada pertandingan resmi digelar. Justru saat dihentikan, banyak pedagang merchandise, tukang parkir hingga pedangan asongan kehilangan pemasukan.