Balafans Sayangkan Insiden Bentrok Antarsuporter di Laga Badak Lampung FC

Pasca laga uji coba kelima antara Badak Lampung FC melawan SS Lampung FC pada, Jumat 6 Maret 2020 kemarin sempat terjadi bentrok antarsuporter.

Koordinator Lapangan dan Bagian Hukum Balafans Kori Handrian mengaku sangat menyayangkan hal tersebut.

Dirinya menyebut yang terlibat dalam keributan merupakan oknum suporter SS Lampung dan Siger South Stand.

Untuk permasalahannya sendiri ia belum mengetahui secara pasti.

Tetapi yang jelas menurut Kori suporter Badak Lampung FC, Balafans tetap dengan aturan dan komando yang anti akan anarkisme, rasis, provokatif, dan anti keributan.

“Karena kami dari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai orang tua untuk itu kami jaga dengan bahasa yang baik, dan santun didalam Stadion,” jelasnya kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu 7 Maret 2020.

Ia juga mengatakan bukan zamannya lagi rusuh dan ribut antarsuporter.

“Toh yang didukung ini sama-sama dari Lampung. Sepak bolanya sudah modern, ya suporternya juga harus ikutan modern,” ungkapnya.

Ia menghimbau untuk menjaga bersama Lampung yang damai ini oleh suporter-suporter yang ada di Lampung.

“Yang jumlahnya cukup banyak” tuturnya.

Bentrok Antarsuporter di Laga Badak Lampung, Penonton Dilempar Batu hingga Berdarah

Keributan antarsuporter mewarnai kemenangan Badak Lampung FC atas SS Lampung FC.

Laga uji coba Badak Lampung FC vs SS Lampung FC digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat (6/3/2020) sore.

Dalam laga itu, Badak Lampung FC menang telak dengan skor 6-1.

Seusai pertandingan, terjadi keributan di luar Stadion Sumpah Pemuda, sekira pukul 18.15 WIB.

Seratusan orang berlarian di sekitar stadion yang terletak di kompleks PKOR Way Halim ini.

Tidak lama berselang, pihak kepolisian datang untuk mengamankan situasi.

Bahkan, seorang petugas sempat melepaskan tiga kali tembakan ke udara.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, sejumlah penonton mengalami luka akibat bentrokan tersebut.

Tampak seorang pemuda yang diduga suporter salah satu tim bercucuran darah di bagian pelipis.

Dari informasi yang dihimpun, pemuda itu awalnya sedang duduk di tepi luar stadion.

Tidak lama berselang, salah satu kelompok suporter mendatangi korban dan melemparinya dengan batu.

Pemuda itu mengalami luka di kepala dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Imanuel, Bandar Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Hardiansyah Kusuma)