Persebaya Vs Persik, Momen Gaspar Vega Menandingi Makan Konate

Duel Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri pada pembukaan Shopee Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (29/2/2020), bakal menguras emosi.

Meski kedua tim memiliki hubungan baik mulai tim hingga suporter, namun Persebaya Surabaya dan Persik Kediri bakal mengusung ego masing-masing untuk saling mengalahkan.

Partai ini juga akan jadi ajang pamer kedigdayaan para pemain. Kunci permainan Persebaya dan Persik bertumpu pada dua sosok jenderal lapangan tengah, Makan Konate dan Gaspar Vega. Kebetulan keduanya adalah pendatang baru di klub masing-masing.

Dari segi skill dan pengalaman merumput di Indonesia, Makan Konate jauh di atas gelandang impor Persik asal Argentina ini. Maklum, ini musim pertama Gaspar Vega merasakan atmosfer Liga 1. Jadi belum terlihat kepiawaiannya menggocek si kulit bundar.

Tahun ini, Konate dapat kepecayaan luar biasa dari manajemen Bajul Ijo dengan penyematan ban kapten di lengannya. Tugas inilah yang akan membuat pemain asal Mali ini memiliki tanggungjawab besar membawa Persebaya di jajaran elite Liga 1 2020.

Makan Konate telah mempersembahkan gelar juara Piala Gubernur Jatim kepada klub. Sebuah prestasi bagus di awal musim.

“Saya sudah lihat permainan Persebaya di turnamen lalu. Kapten dan gelandang asingnya jadi kunci permainan. Saya tertarik untuk bersaing dengannya,” ucap Gaspar Vega yang akan menjadi pusat permainan Persik Kediri.

Gaspar Vega memang hanya tampil sekali di Piala Gubernur Jatim, ketika Persik Kediri mengalahkan Bhayangkara FC 3-0. Meski jadi debutan, dia sudah memamerkan skill dan gaya main khas Amerika Latin.

“Dari pengamatan sepintas saja, saya bisa lihat Gaspar Vega pemain potensial. Dia cepat beradaptasi dengan tim. Teknik dan visi bermainnya akan mampu mengangkat Persik,” tutur Joko Susilo, pelatih Persik.

Gaspar Vega tak hanya memiliki mobilitas tinggi. Tapi, juga umpan-umpan yang akurat. Berikutnya, semua tergantung chemistry dengan Faris Aditama dkk. di permainan.

“Cara main Gaspar kombinasi Amerika Latin dan Eropa. Dia bisa main bola-bola pendek dan umpan lambung yang menusuk pertahanan. Seru kalau nanti diadu dengan Makan Konate,” sebut Johan Prasetyo, asisten Persik.