Tiongkok Berurusan Dengan Virus Corona, Bikin Dejan Antonic Akhirnya Ke PSS Sleman

Dejan Antonic telah resmi diumumkan sebagai pelatih baru PSS Sleman menggantikan Eduardo Perez Moran yang mundur. Sebenarnya, Dejan sudah sepakat bergabung dengan klub asal Tiongkok, Guangzhou R&F. Namun akhirnya harus menunda itu karena wabah virus COVID-19 melanda Tiongkok.

Situasi dan kondisi di Tiongkok yang sedang dilanda wabah virus Corona, membuat Dejan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Dejan yang sudah sepakat menangani tim kedua R&F sempat mempertimbangkan antara sabar menunggu ketidakpastian, atau menerima tawaran dari tim lain.

Bagi Dejan, berkarier di salah satu klub Tiongkok meskipun hanya sebagai pelatih di tim kedua merupakan peningkatan dalam kariernya. Hal ini wajar, mengingat level kompetisi di Tiongkok lebih tinggi dari Indonesia atau Hongkong, liga di Asia tempat Dejan berkarier sebelumnya.

Di satu sisi, Dejan pun tidak bisa menganggur dalam ketidakpastian. Dejan yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro akhirnya menerima tawaran PSS yang ia anggap untuk kebaikan dalam karier kepelatihannya.

Melewatkan kesempatan untuk bergabung di Guangzhou R&F, Dejan pun merasa sedih. Pasalnya, Dejan ingin menimba ilmu, dan bekerja dengan pelatih kepala tim utama Guangzhou R&F yang baru. yakni Giovanni van Bronckhorst.

“Sebenarnya saya masih menunggu kesempatan itu. Guangzhou R&F berencana mengakuisisi klub di China League One dan memiliki dua tim, dan saya akan berada di dalamnya,” ujar Dejan.

Bagi Dejan, punya kesempatan melatih bersama pelatih sekaligus mantan pemain kelas dunia adalah hal yang jarang didapatkan semua orang. Dejan berujar, jika pengalaman serta ilmu yang dimiliki Van Bronckhorst akan sangat berguna untuk nya di kemudian hari.

“Tiongkok punya pasar yang bagus dalam sepakbola, dan di sana saya punya kesempatan bekerja sama dengan pelatih fantastik. Namun sekarang, saya akan ke PSS karena situasi di Tiongkok sedang tidak pasti akibat virus corona. Saya berharap semoga ini cepat berlalu,” kata Dejan.

“Dengan ilmu yang saya miliki dari Tiongkok dan UEFA, saya mau membantu PSS. Saya berharap dengan koneksi yang saya punya, suatu hari ada pemain muda PSS bisa berkarier di Tiongkok,” tutur pelatih yang juga instruktur pelatih UEFA itu.