Persikabo: Abduh Pemain Kami, Bagaimanapun Tetap Kami Perjuangkan

Wajah Abduh Lestaluhu terlihat murung saat keluar dari ruang ganti pemain menuju lorong Stadion Mini Cibinong kemarin (23/2). Dia jadi orang terakhir yang keluar dari ruang ganti. Padahal, rekan-rekannya sudah ada di lorong stadion beberapa menit sebelumnya.

Wajah rekan-rekan di tim PS Tira Persikabo juga tidak seperti Abduh. Para pemain terlihat begitu bersemangat. Saling bercanda sambil menunggu panggilan MC untuk diperkenalkan ke tengah lapangan dalam acara launching tim.

Ketika namanya dipanggil pun, dia juga tetap murung. Kepalanya menunduk. Walau sempat membalikkan badan dan memberikan penghormatan kepada tamu VIP yang hadir di tribun barat, wajahnya tetap tak berubah.

Ketika di tengah lapangan, dia sering menunduk. Seakan sadar banyak kamera dari media fokus kepadanya. Tak berkomunikasi dengan pemain lain. Bahkan, tak ada senyum di wajahnya.

Setelah selesai diperkenalkan, sikap pemain berusia 26 tahun itu tetap sama. Murung dan menunduk. Jawa Pos yang sempat minta interview ditolaknya halus. Tanpa bicara. Hanya lambaian tangan tanda penolakan.

Sesudah perkenalan, Abduh langsung masuk ruang ganti. Sementara itu, seluruh pemain Tira Persikabo langsung menuju bench. Persiapan untuk laga uji coba melawan Badak Lampung FC. Pemain asal Tulehu tersebut memang tidak masuk line-up. Setelah itu, Abduh tidak terlihat.

Direktur Pengembangan Bisnis Tira Persikabo Rhendie Arindra mengatakan bahwa Abduh adalah pemainnya. Demikian halnya dengan Angga Saputra. ”Dari musim lalu pemain kami. Dalam proses negosiasi, dalam perjalanannya ada yang mendekati, itu bukan urusan saya,” ucapnya.

Menurut dia, Persebaya seharusnya punya etika. Harus berkomunikasi dulu dengan Tira Persikabo sebelum melakukan sign dengan kedua pemainnya. ”Persikabo, Persebaya, dan klub lainnya kan saling kenal. Apa susahnya berkomunikasi ke kami dulu,” tuturnya.

Itulah yang dilakukan timnya dalam bursa transfer. Sebelum mengontrak pemain, walau tahu kontraknya sudah habis dengan klub lama, pihaknya tetap menjalin komunikasi. Memastikan apakah pemain tersebut bakal dikontrak lagi atau tidak. ”Sama halnya ketika mau kontrak Arthur Bonai, kami komunikasi dengan Badak Lampung FC dulu, ’Hei bos, pemain lu dipakai atau tidak,’ mereka bilang tidak. Ke Persib juga, saya bicara dengan bos Teddy, ’Bos, pemain lu mau saya kontrak,’ dia bilang, ’Eh jangan deh, masih dipakai untuk level umur.’ Walau nyatanya masih proses negosiasi,” terangnya. Hal-hal seperti itu diharapkan dilakukan Green Force dalam proses rekrutmen Abduh dan Angga.

Rhendie menambahkan, pihaknya sangat terbuka untuk komunikasi. ”Komunikasinya harus dibangun,” harapnya. Pria berambut gondrong itu mengakui bahwa memang manajemen Tira Persikabo sempat bertemu dengan Persebaya untuk membahas polemik Abduh dan Angga.

Dia mengungkapkan, saat itu Persebaya beralasan merekrut Abduh dan Angga, terutama Abduh, untuk kedalaman skuad. Persebaya kala itu berharap bisa main di AFC Cup jika Bali United lolos ke Liga Champion Asia. Nyatanya, Bali United gagal dan slot Persebaya di AFC Cup tidak ada. ”Mereka bilang bawa nama Merah Putih. Oke, kami sepakat kalau alasannya itu. Nyatanya kan sekarang tidak bisa di AFC Cup. Masih mau terus atau gimana?” tanyanya.

Kalaupun Persebaya tetap ngotot meminta Abduh, dia tidak masalah. Yang pasti, eks pemain timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu sudah didaftarkan di PT LIB sebagai pemain Tira Persikabo musim ini. ”Abduh itu pemain inti kami. Pelatih juga membutuhkan jasanya. Bagaimanapun, kami tetap akan perjuangkan,” tuturnya.