Timnas Indonesia U-16 Terapkan Aturan Ketat untuk Pemain

Tim pelatih Timnas Indonesia U-16 memberlakukan aturan ketat untuk pemain selama menjalani pemusatan latihan di Sleman sejak Senin (17/2/2020).

Beberapa peraturan tersebut ialah waktu istirahat, jam malam, pola makan yang dijaga ketat, dan pembatasan penggunaan alat komunikasi terutama handphone.

Setiap pemain tidak bisa bebas menggunakan handphone sepanjang hari. Pelatih memberikan waktu-waktu tertentu untuk menggunakan handphone. Bila pemain ingin bertemu dengan orang tua, pelatih tidak melarang.

“Kami hanya berikan waktu empat jam untuk pegang HP. Dua jam setelah sarapan, satu jam di sore hari, dan satu jam setelah maghrib,” kata pelatih kepala Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti di lapangan UII, Sleman, Sabtu (22/2/2020).

“Kami menerapkan aturan itu agar pemain bisa bersosialisasi dengan rekan satu tim dan fokus untuk istirahat,” ujarnya.

Selama pemusatan latihan di Yogyakarta, hotel tempat menginap Timnas Indonesia U-16 tidak jauh dari lapangan UII di Sleman. Pemain pun dilarang terlambat datang latihan.

“Ada aturan lain, kalau terlambat datang di latihan denda Rp50 ribu karena mereka sudah dapat uang saku,” jelas Bima Sakti.

Timnas Indonesia U-16 memetik hasil positif dalam uji coba di Sleman. Anak asuh Bima Sakti itu memenangi turnamen segitiga dengan PSS Sleman U-16 dan tim Penajam Paser Utara (PPU) U-15 di lapangan UII, Sleman, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Timnas Indonesia U-16 bermain imbang tanpa gol melawan PSS U-16, dan menang 4-0 atas tim PPU Kaltim U-15. Dalam dua laga itu, Bima Sakti menurunkan seluruh pemainnya, termasuk dua kiper PSS U-16 yang sedang trial.

“Kami bisa melihat performa mereka dalam beberapa hari latihan terakhir. Sudah banyak kemajuan, mereka lebih bisa menerapkan taktik dengan baik,” ungkap Bima Sakti.

Bima Sakti juga mengapresiasi penampilan dua tim lawan yang banyak memberikan pelajaran. Ia mengakui, PSS U-16 dan Penajam Paser Utara U-15, tampil mengesankan.