Tim Pelatih Borneo FC Punya PR Untuk Benahi Konsentrasi Pemain

Konsentrasi pemain yang mengalami penurunan di menit-menit akhir jadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan tim pelatih Borneo FC jelang kick-off Liga 1 Indonesia 2020 yang rencananya akan dilangsungkan pada 29 Februari nanti.

Lemahnya konsentrasi pemain di pengujung laga terlihat ketika tim berjuluk Pesut Etam itu ditahan imbang Sulut United pada pertandingan uji coba beberapa waktu lalu. Laga tersebut harus berakhir dengan skor 2-2, meski sebelumnya Borneo FC sempat unggul 2-0.

Permasalahan konsentrasi bukan masalah baru bagi Borneo FC. Musim lalu, beberapa kali Pesut Etam kehilangan poin penting akibat gol menit akhir lawan. Dan persoalan itu ternyata belum sepenuhnya tuntas. Saat memasuki menit-menit krusial, para pemain kehilangan konsentrasi. Hal itu yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penyeimbang.

“Kami sudah bicarakan masalah ini dengan seluruh pemain, baik yang masih muda, terlebih pemain senior yang sudah berada di tim ini sejak musim lalu. Kami katakan, jangan sampai hilang fokus dan konsentrasi selama wasit belum meniup peluit panjang. Sebab segala sesuatu pasti bisa terjadi di akhir pertandingan,” kata asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin, seperti dilansir laman resmi klub.

Pria yang karib disapa Amir itu menuturkan, tim pelatih selalu mengingatkan pemain untuk tidak mengurangi daya gedor meski tim dalam kondisi unggul. Melawan Sulut United menjadi bukti nyata. Saat sudah menang dua gol, tekanan ke jantung pertahanan lawan menjadi berkurang. Hal ini membuat pemain lawan menjadi berkembang, sampai akhirnya lahir gol balasan.

“Ketika pemain menurunkan intensitas serangan dan lebih banyak memainkan bola di area tengah dan belakang, lawan pasti akan memanfaatkan hal tersebut. Ini terbukti ketika kami kebobolan dua gol, ketika tekanan ke lawan menurun di babak kedua,” beber Amir.

Di sisa waktu saat ini, Amir menegaskan pembenahan akan terus dilakukan. Melawan tim sekelas Persija Jakarta di laga pembuka kompetisi pada 1 Maret nanti, Amir ingin pemain tak mengulangi kesalahan yang sama.

“Kami sudah lakukan evaluasi menyeluruh kok. Kalau secara teknis saya pikir tak ada tim yang sempurna. Namun kekurangan yang ada saat ini, harus kami benahi agar di kompetisi kesalahan demi kesalahan bisa diminimalisir,” pungkasnya.