Tekan Biaya Operasional, Persiraja Berencana Gandeng Maskapai Lokal

Persiraja Banda Aceh memutar otak untuk bisa meminimalisasi pengeluaran biaya transportasi sepanjang Liga 1 2020. Strategi yang dilakukan adalah melakukan kerja sama dengan maskapai penerbangan.

Sebagai tim yang berdomisili di ujung barat Indonesia, Persiraja Banda Aceh dihadapkan pada masalah transportasi yang serius. Tingginya harga tiket pesawat bahkan sempat membuat Persiraja harus transit ke Kuala Lumpur, Malaysia,ketika melakukan perjalanan tandang pada Liga 2 2019.

Namun, Persiraja berusaha untuk tidak mengulang skema tersebut pada Liga 1 2020. Apalagi mereka berpeluang melakukan perjalanan ke ujung timur Indonesia jika bertandang ke markas Persipura Jayapura.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, mengakui biaya transportasi memiliki porsi yang tidak sedikit dalam anggaran yang diajukan untuk Liga 1 2020. Itulah mengapa, mereka sedang berusaha menggaet kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk menekan biaya transportasi.

“Pengeluaran tertinggi Persiraja untuk Liga 1 2020 tetap urusan gaji yang menguras hampir 60 persen dari total anggaran. Kami menganggarkan Rp25-30 miliar untuk Liga 1 2020,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu (19/2/2020)

“Kalau untuk transportasi itu bahkan bisa ada 20 persen dari total pengeluaran yg kami rencanakan. Jadi, yang paling tinggi itu adalah gaji dan transportasi. Tapi, soal transportasi ini kami butuh ekstra sehingga saat ini sedang berusaha bekerja sama dengan maskapai lokal,” ujar Rahmat.

Masalah transportasi yang dihadapi Persiraja Banda Aceh juga mendapatkan perhatian dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator Liga 1 2020. Hal itulah yang membuat PT LIB tersebut menambah dana subsidi klub berjuluk Laskar Rencong itu lebih tinggi Rp500 juta dari klub lain atau sebesar Rp5,7 miliar.