Kapolresta Sidoarjo Izinkan Persebaya Bermarkas di Gelora Delta

Pertandingan antara Persebaya Surabaya kontra Persija Jakarta berjalan dengan tertib di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (20/2/2020). Tak ada insiden kerusuhan dalam laga final Piala Gubernur Jatim 2020 ini.

Laga ini bisa menjadi percobaan bagi Persebaya Surabaya jika ingin menggunakan stadion tersebut sebagai markas untuk musim 2020. Polemik kandang Persebaya sempat ramai menjadi perbincangan lantaran Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, bakal direnovasi untuk Piala Dunia U-20 2021.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, membuka peluang memberi izin seandainya Persebaya berkandang di stadion ini. Pilihan menggunakan stadion ini muncul lantaran Sidoarjo merupakan kota satelit bagi Surabaya.

“Ini adalah ujian kepada teman-teman. Mau tertib dan membuat suasana adem, aman, dan tentram atau tidak? Kalau sampai ada noda sedikit pun, pertandingan berikutnya tidak mungkin akan dikasih izin, sudah pasti,” kata Sumardji kepada awak media.

Bonek, suporter Persebaya Surabaya, memang mendatangi stadion berkapasitas 25 ribu penonton itu dalam jumlah besar. Bahkan, banyak yang tidak kebagian tiket. Namun, tidak terjadi gesekan. Mereka juga meninggalkan stadion dengan tertib.

Untuk putaran pertama Liga 1 2020, Persebaya Surabaya masih bisa menggunakan Stadion GBT yang baru akan mulai direnovasi pada Juli mendatang. Mereka masih bisa memakainya untuk laga pembuka kompetisi tersebut dengan menjamu Persik Kediri pada 29 Februari 2020.

“Kalau misalkan nanti Liga 1 yang bergulir 29 Februari berjalan, terus Persebaya belum dapat izin dan sebagainya, maka bisa dimainkan di Sidoarjo. Ini momentum sebenarnya. Momentum ini harus ditangkap oleh teman-teman secara keseluruhan,” ungkap pria yang kini menjabat COO Bhayangkara FC tersebut.

Persebaya sebenarnya sudah membahas penggunaan kandang ini dengan Pemkot Surabaya. Hasilnya disepakati bahwa mereka bisa juga memakai Stadion Gelora 10 November, Surabaya, sebagai kandang alternatif saat GBT direnovasi.

Namun, stadion yang dulunya bernama Tambaksari itu banyak mengalami kerusakan fasilitas, seperti tribune, ruang ganti, hingga rumput lapangan. Sulit bagi Persebaya untuk mendapatkan verifikasi dari PT LIB dengan kondisi seperti itu.