Menghormati Kearifan Lokal, Persiraja Tak Masalah Terusir dari Banda Aceh Saat Ramadan

Persiraja Banda Aceh tidak akan menggelar laga kandang dalam pertandingan Liga 1 2020 selama Ramadan pada April-Mei mendatang. Keputusan itu resmi dikonfirmasi setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengakomodasi permintaan dari klub promosi tersebut.

Keputusan untuk tidak bermain di Banda Aceh diambil Persiraja Banda Aceh untuk menghormati kearifan lokal masyarakat. Seperti diketahui, buat masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam, Ramadan adalah momen yang sangat religius.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, mengaku tak masalah dengan hal tersebut. Jika pihaknya memaksakan bermain di Aceh pada saat Ramadan, Rahmat menyebut sama saja dengan melukai perasaan masyarakat Aceh.

“Permintaan jadwal yang kami ajukan selama Ramadan sudah diakomodasi. Selama Ramadan kami akan bermain tandang. Tidak mungkin kami bermain di Aceh selama Ramadan meskipun malam hari,” kata Rahmat kepada wartawan.

“Suasana Ramadan di Aceh itu religius. Bukan hanya mengurangi penonton, bermain di Aceh pada malam hari saat Ramadan itu membuat kami bisa dicerca masyarakat. Itu menjadi pertimbangan penting Persiraja,” ujar Rahmat.

Selain itu, permintaan Persiraja Banda Aceh seputar jadwal pertandingan Kamis malam juga disetujui PT LIB. Dengan demikian, tidak akan ada jadwal pertandingan kandang Persiraja yang digelar pada Kamis malam sepanjang Liga 1 2020.

“Kalau saya lihat jadwal Persiraja Banda Aceh, tidak ada kami bermain di Aceh pada malam Jumat,” tegas Rahmat.

Demi Masyarakat

Rahmat Djailani menyebut, permintaan tak ada jadwal kandang buat Persiraja Banda Aceh selama Ramadan dilakukan untuk masyarakat. Hal ini kembali ke tujuan awal Persiraja yang ada untuk menghibur masyarakat Aceh.

“Tujuan Persiraja satu di antaranya adalah menghibur masyarakat. Kalau malah kami dicerca oleh masyarakat, itu artinya tujuan kami tidak tercapai,” ujar Rahmat.