Rahmad Darmawan Tak Menyesal Terapkan Skema Baru

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan menegaskan dirinya tidak menyesal menerapkan skema baru ketika dikalahkan Persija Jakarta 2-1 pada pertandingan semi-final Piala Gubernur Jatim di Stadion Kanjuruhan, Senin (17/2) malam WIB.

Rahmad mengutarakan, ia menurunkan dua penyerang sekaligus di laga tersebut dengan skema 4-4-2. Mantan arsitek TIRA Persikabo ini menyatakan tidak pernah ragu dalam menurunkan pemain di ajang pramusim.

“Secara keseluruhan pertandingan berjalan menarik, dan ini pertama kali kami membuat skema yang berbeda. Saya cukup puas dalam sisi penampilan dan performa tim. Tapi hal penting di pertandingan semi-final adalah hasil akhir, jadi saya tidak terlalu puas,” tutur RD, sapaan Rahmad.

“Kami biasanya tidak pernah bermain dengan 4-4-2, ini bagian dari strategi. Formasi ini membuat kami membutuhkan gelandang yang kuat bertahan, sehingga Brian [Ferreira] tidak dimainkan.”

“Buat saya ini bukan keputusan yang salah. Ini bukan coba-coba, karena sudah kami siapkan di latihan. Sekalipun ini coba-coba, tidak ada yang salah, karena ini pramusim. Ini bukan kompetisi resmi yang membuat kami harus takut memasang siapa pun.”

Menurut Rahmad, formasi itu membuat Madura United lebih agresif, sehingga menghadirkan beberapa peluang. Hanya saja, agresivitas ini belum diiringi produktivitas membobol gawang lawan.

“Kami mendominasi permainan, terutama di babak pertama yang mendapatkan lima peluang telak. Tapi beberapa kali shooting meleset, antisipasi second ball, dan terburu-buru. Ketika tim mulai naik di babak kedua, ada kelengahan, salah mengantisipasi serangan lawan dari sisi sayap, sehingga berakibat fatal,” imbuh RD.