Prediksi Arema Vs Persebaya: Babak Baru Derbi Jatim

Arema batal menjadi tuan rumah semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 melawan Persebaya Surabaya. Panpel memindahkan duel rival abadi ini ke Stadion Supriyadi, Blitar, pada Selasa (17/2/2020) dari jadwal awal, Senin (17/2/202), di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Tujuannya, untuk mendinginkan suasana dan membuat laga tanpa penonton. Meski begitu, tensi laga ini diprediksi tetap panas di lapangan lantaran kedua tim tidak ingin kalah saat bermain di tempat netral, tanpa dukungan, serta tekanan penonton.

Bagi Arema, ini merupakan situasi kedua melawan Persebaya dengan venue yang mendadak dipindahkan. Namun, mereka tidak gentar.

Tim besutan Mario Gomez ini justru mengusung spirit 2013. Ketika itu, situasinya dianggap lebih merugikan untuk Singo Edan karena jadwal final melawan Persebaya, yang awalnya di Malang, diubah dalam sehari menjadi di Lapangan Bumimoro, Surabaya. Beruntung Singo Edan menang 1-0.

Namun, ada sebuah fakta yang berbeda dari 2013. Waktu itu Persebaya yang dihadapi merupakan tim yang kini berubah nama menjadi Bhayangkara FC. Sementara Persebaya sekarang dianggap sebagai tim yang sesungguhnya.

Terlepas dari itu, sebenarnya semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 juga menjadi ujian pertama Arema di luar Malang karena tahun ini, Dendi Santoso dkk. baru menjalani laga pramusim di kandang sendiri.

“Saya pikir semua pemain sudah tahu harus seperti apa. Bukan hanya melawan Persebaya saja, melawan tim lain juga harus memperlihatkan karakter permainan yang sama. Kami selalu tekankan kepada pemain, konsentrasi ke permainan tim sendiri tanpa memandang enteng lawan. Bermain keras silakan, tapi tetap kontrol permainan,” jelas Charis Yulianto, asisten pelatih Arema.

Seperti di awal perkenalan tim, tim pelatih Arema menekankan Singo Edan harus bermain sama garangnya saat di kandang maupun di markas lawan.

Saat main di kandang sendiri, Arema sudah membuktikan bisa tampil agresif dan tidak terkalahkan di fase grup Piala Gubernur Jatim 2020. Menekuk Sabah FA dan Persela Lamongan serta imbang dengan tim bertabur bintang, Persija Jakarta.

Tetapi, saat melawan Persebaya di Blitar, tentu pemain harus kerja lebih keras. Laga ini digelar tanpa penonton sehingga skuat Arema tidak mendapatkan dukungan dari Aremania seperti biasanya. Ditambah lagi Persebaya juga tim yang tangguh, yang tidak banyak berubah sejak musim lalu.

“Persebaya bagus secara individu dan tim. Materinya merata. Pemain asing mereka juga sangat berpengaruh. Tentunya kami harus kerja ekstra keras di laga ini,” imbuh Charis.

Arema Lebih Unggul

Melihat rekor pertemuan selama musim lalu, Arema dan Persebaya bertemu empat kali di semua ajang. Hasilnya, Arema mampu membukukan dua kemenangan, berbanding satu saja yang diraih Persebaya.

Satu kemenangan itu terjadi dalam pertemuan terakhir Derbi Jatim. Saat itu, Persebaya menjamu Arema dan menang 4-1 dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Batakan, Balikpapan (12/12/2019).

Kini, kedua tim sama-sama telah melakukan perubahan materi pemain. Persebaya menjadi perbincangan setelah berhasil mengamankan mantan jasa eks playmaker asing Arema, Makan Konate.

Persebaya sebenarnya datang tanpa kekuatan penuh dalam semifinal ini. Hansamu Yama, Rachmat Irianto, dan Koko Ari Araya dipanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia. Irfan Jaya dan Mahmoud Eid juga diragukan tampil.

“Saya akan berusaha mencari opsi agar kami siap menghadapi Arema. Beberapa pemain berangsur sembuh dari cedera. Mudah-mudahan kami bisa menurunkan kekuatan penuh,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya.

Pertemuan ini menjadi babak baru Derbi Jatim setelah musim lalu tersaji di final Piala Presiden 2019. Saat itu, Arema berhasil menang dengan skor agregat 4-2.

Dalam sejarahnya, kedua tim tercatat sudah 32 kali bertemu dalam berbagai ajang sejak 1992. Itu sudah termasuk dualisme yang sempat menjerat kedua tim pada era 2011-2013.

Hasilnya, Arema lebih unggul dengan memenangi 16 laga. Sedangkan Persebaya hanya membukukan 11 kemenangan.