Akibat Bentrokan Oknum Suporter Persebaya dan Arema, 2 Orang Harus Dirawat

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M. Sinambela memberikan sebuah pernyataan resmi terkait insiden bentrokan oknum suporter Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Seperti yang diketahui, Sekelompok oknum melakukan aksi anarkis sebelum laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya vs Arema FC.

“Sebelum pertandingan, pada pukul 14.00, ada insiden kecil, yang mana kedua suporter bertemu di pertigaan jalan Kapuas. Kita pun langsung cepat menindaklanjuti dengan mengirimkan pasukan ke sana,” ujarnya.

Bahkan aksi anarkis kedua oknum suporter tersebut berlanjut dengan membakar beberapa kendaraan beroda dua.

“Ada empat motor yang dirusak. Itu masih kita cek, belum tahu kendaraan itu punya pihak Bonek atau Aremania,” lapor Leonard M. Sinambela.

Pihak kepolisian pun mengaku sudah mengamankan satu orang yang dianggap terlibat dalam insiden keributan pada siang tadi.

“Ada satu orang yang kami amankan karena membawa senjata tajam,” tambah Leonard M. Sinambela.

Lebih lanjut Leonard M. Sinambela mengatakan bahwa ada dua orang yang harus dilarikan ke rumah sakit akibar bentrokan oknum suporter Persebaya dan Arema tersebut.

“Akibat insiden ini ada yang luka, satu patah kakinya, dan ada yang luka di bagian kepala. Jadi ada dua orang yang dibawa ke rumah sakit,” tutupnya.

Terlepas dari insiden ini, Persebaya sendiri berhasil menorehkan kemenangan 4-2 atas Arema dan berhak lolos ke final Piala Gubernur Jatim 2020.