Laga Persebaya vs Arema FC Rawan, Ribuan Polisi Disiagakan

Rapat Asprov PSSI Jawa Timur dengan Polda Jawa Timur memutuskan, laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 digelar terpisah.

Itu tertuang dalam surat beromor, 094/B/PSSI-Jatim/II/2020. Laga semifinal akan berlangsung di Kota Kepajen (Kabupaten Malang) dan Kota Blitar.

Sebelumnya, dua laga semifinal digelar sekaligus dalam satu hari di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada 17 Februari 2020.

Laga Persija melawan Madura United berlagsung pada 17 Februari di Kanjuruhan, sedangkan laga Persebaya kontra Arema FC di Blitar pada 18 Februari 2020.

Bila pertandingan Persija kontra Madura United relatif aman, tidak demikian antara pertemuan Bajul Ijo melawan Singo Edan.

Laga pada Selasa itu rawan bentrokan antarsuporter. Rivalitas pendukung Arema dan fans Persebaya, tak kunjung harmonis sejak aawal 1990an.

Bentrok kedua sporter sejatinya tak berawal dari sepak bola. Itu berawal peristiwa 23 Januari 1990 dalam konser Kantata Takwa di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Dalam konser tersebut ada gesekan antara oknum penonton arek Surabaya dan arek Malang. Dampaknya berlanjut dalam sepak bola.

Tak ingin ada insiden yang tidak diinginkan, Panitia Pelaksana Piala Gubernur Jatim 2020, siapkan aparat maksimal.

Ribuan aparat akan disiagakan di luar Stadion Supriyadi dan di sekitar kota Blitar. Bahkan, jalan menuju Blitar dari Surabaya dan Malang akan dijaga.

“Meski tanpa penonton, namun kami Askot PSSI Kota Blitar tetap menyiapkan personil keamanan standar normal, kisaran 500-600 orang,” kata Yudhi Meira.

Ketua Askot PSSI Blitar itu perkirakan jumlah keamanan yang akan diturunkan, di jalanan, Blitar dan sekitar Stadion jumlahnya ribuan.

“Ini untuk mengantisipasi oknum-oknum suporter kedua tim tetap nekat datang ke Blitar bahkan berada di luar stadion,” ucap Yudhi.

“Himbauan kami, suporter kedua tim baik Aremania maupun Bonek, sementara waktu tidak datang ke Blitar cukup nobar,” Yudhi menambahkan. (Noval Luthfianto)