Ban Kapten Melingkar di Lengan, Andri Ibo Ikuti Jejak Erol Iba di Persik

Sejak kebangkitan Persik Kediri pada 2002, tak banyak pemain berasal dari Papua yang bergabung di klub ini. Meski hanya dalam hitungan jari, namun talenta Papua sukses mewarnai perjalanan Macan Putih.

Kehadiran pemain asal Papua diawali Mecky Tata. Mantan striker Arema ini sukses mempromosikan Persik Kediri mulai Divisi 2 hingga Divisi Utama. Setelah gantung sepatu, sebagai penghargaan Mecky Tata pun didapuk sebagai asisten pelatih sejak era Jaya Hartono hingga Daniel Roekito.

Namun, untuk posisi sebagai deputi kapten hanya Erol Iba yang pernah dipercaya saat ISL 2007. Itu pun jika kapten utama saat itu, Harianto dan Danilo Fernando, berhalangan tampil.

Pada Piala Gubernur Jatim 2020 ada kejutan. Manajemen dan pelatih Joko Susilo menunjuk Andri Ibo sebagai pimpinan tim saat menghadapi Madura United di Stadion Bangkalan, Madura, Rabu (12/2/2020). Ibo memakai ban kapten, karena kapten utama Faris Aditama berada di bangku cadangan.

Otomatis mantan bek tengah Timnas Indonesia U23 ini pun mengikuti jejak seniornya, Erol Iba. Andri Ibo mampu menjalankan amanah itu dengan baik.

“Saya tak tahu kalau kakak Erol Iba pernah jadi kapten Persik Kediri. Ya, bangga jika saya bisa mengikuti jejak kakak Erol di Persik. Semoga saya bisa terus main bagus dan membawa prestasi untuk Persik di Liga 1 nanti,” ucap Andri Ibo.

Erol Iba Jadi Panutan

Pemain asal Papua memang jarang jadi kapten tim ketika mereka main di luar Bumi Cenderawasih. Erol Iba memang seorang petualang sejati di sepak bola Indonesia. Dia pernah jadi kapten di Semen Padang, Sriwijaya FC, hingga Persebaya. Peran Erol Iba di Persebaya sukses diikuti Ruben Sanadi.

“Kakak Erol dan Ruben bisa jadi inspirasi bagi saya. Semoga saya bisa mengemban amanah dari manajemen dan pelatih Joko Susilo. Tapi saya tak tahu apakah kepercayaan sebagai kapten ini berlanjut di Liga 1 nanti,” tutur Andri Ibo yang mengenakan ban kapten saat Persik Kediri menghadapi Madura United.