Jelang Piala Gubernur Jatim, PSSI Kumpulkan Suporter Jawa Timur

Piala Gubernur Jatim 2020 menjadi ajang pemanasan bagi kontestan Liga 1 2020 yang berbasis di Jawa Timur. Selain itu, kelompok suporter masing-masing klub juga perlu menjaga hubungan baik lewat turnamen pramusim ini.

PSSI mengadakan pertemuan dengan suporter klub Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya, Minggu sore (9/2/2020).

Kelompok suporter yang hadir seperti Aremania (Arema FC), Bonek (Persebaya Surabaya), LA Mania (Persela Lamongan), Persikmania (Persik Kediri), K-Conk Mania (Madura United), hingga Bharamania (Bhayangkara FC).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga turut hadir. Selain itu, ada pula Ketua Asprov PSS Jatim, Ahmad Riyadh.

Mereka ingin Piala Gubernur Jatim benar-benar menjadi wadah yang tepat untuk keluarga sepak bola di Jawa Timur.

“Asprov Jatim dalam catatan PSSI menjadi provinsi yang paling aktif dalam pembinaan sepak bola. Piala Gubernur Jatim juga menjadi inisiatif untuk mempertemukan klub-klub daerah di sini,” kata Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan.

Selama bertahun-tahun, Jawa Timur selalu menjadi provinsi yang memiliki klub terbanyak yang tampil di kasta tertinggi. Seperti musim ini, ada lima klub kontestan Liga 1 2020, yakni Arema, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persik Kediri, dan Madura United.

Khofifah memandang ajang Piala Gubernur Jatim perlu diadakan lagi. Terlebih, turnamen ini telah vakum selama lima tahun. Piala Gubernur Jatim kali terakhir digelar pada 2015 dengan Persik keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persela di final.

“Salah satu yang kami janjikan adalah Piala Presiden Karapan Sapi. Setelah itu, kami ingin mengaktifkan lagi sepak bola di Jawa Timur. Mungkin, banyak pihak yang tidak memahami latar belakang saya sebagai pencinta sepak bola,” ucap Khofifah.

“Saat masih SMP, Surabaya memiliki NIAC Mitra. Saya hafal pemain-pemainnya, ada Djoko Malis. Hampir setiap hari saya menonton NIAC Mitra. Ada juga Assyabaab (Surabaya),” imbuh gubernur kelahiran Surabaya itu.

Hanya, ulah oknum suporter kerap kali melahirkan perselisihan sehingga memakan korban jiwa. Publik nasional pun sudah tahu Bonek dan Aremania memiliki hubungan yang kurang baik dan menjalin rivalitas sejak lama.

Mulanya, acara ini digelar untuk menandatangani deklarasi perdamaian kelompok suporter di Jawa Timur. Pada akhirnya, masing-masing perwakilan mendapat kesempatan berbicara terkait kondisi terkini dunia suporter sepak bola.

“Oknum suporter itu bisa merugikan klub dan daerah. Apalagi suporter bermasalah, klub yang kena sanksi. Saya berharap Jawa Timur menjadi pelopor tertibnya suporter Indonesia,” ucap Iwan Bule.

Khofifah memandang rivalitas antarkelompok suporter itu menjadi hal yang wajar. Namun, menjadi di luar batas kewajaran jika muncul pertikaian yang melahirkan korban.

“Industri sepak bola itu sangat luar biasa. Saya pernah ke Olf Trafford (kandang Manchester United), ke Liverpool, dan stadion Manchester City. Loyalitas mereka mengkristal. Tapi, kristal itu harus dijaga dengan konstruktif. Tanpa loyalitas dan dedikasi suporter, kesebelasan jadi hambar,” tutur Khofifah.