Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Edson Tavares Bertekad Teruskan Tradisi Pelatih Arema FC di Borneo FC

Edson Tvarez berkeinginan kuat untuk meneruskan tradisi Mario Gomez yang musim ini telah resmi menukangi Arema FC.

Edson Tavarez yang musim ini tak lagi diperpanjang masa baktinya di Persija Jakarta memilih untuk bergabung dengan Borneo FC.

Alhasil, Edson Tavarez memiliki keinginan untuk banyak mengembangkan dan mengandalkan pemain muda di kompetisi Liga 1 2020.

Bukan menjadi rahasi lagi, musim lalu Bornoe FC bersama Mario Gomez yang memiliki skuat tak bertabur bintang mampu menjadi ganjalan bagi tim besar diperbeutan gelar Liga 1.

Pelatih asal Argentin itu banyak mengorbitkan pemain muda seperti Sihran Amrullah, Muhammad Ihksan, Aljufri Daud, dan Ilhamsyah.

Yang paling berhasil dari pemain muda yang diberikan menit bermain ialah kemunculan Gianluca Claudio Pandeynuwu di sEktor penjaga gawang.

Saat itu, pesut Etam tengah krisis penjaga gawang usai Nadeo Argawinata bergabung di TC Timnas Indonesi U23.

Alhasil, Claudio yang masih berusia muda diberikan kepercayaan untuk mengawal gawang Borneo FC, Hasilnya ia mmampu memberikan penampilan yang menawan.

Wajar saja jika eskpektasi akan kehadiran Edson Tavares banyak ditunggu oleh pendukung setia Borneo FC.

Banyaknya tanggapan maupun ekspektasi terhadap dirinya membuat pelatih asal Brasil itu angkat bicara.

“Saya selalu percaya dengan para pemain muda,” kata Edson Tavares seperti yang dilansir dari Tribun Kaltim.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut, bukan pertama kalinya bergabung dengan tim yang mengandalkan talenta muda.

Sehingga dirinya yang diharap mengandalkan kekuatan pemain muda, bukan isapan jempol belaka.

“Sejak 1998 hingga 2006, tim terbaik adalah tim yang mengandalkan para pemain muda,” imbuh eks pelatih Persija Jakarta tersebut.

Ia mengatakan banyak tim yang menggunakan kekuatan finansial untuk mendatangkan amunisi dengan kualitas wahid.

Namun ia tak memungkiri jika pemain dengan kualitas B pun dapat memberikan hasil yang memuaskan.

“Tapi yang berbicara di akhir adalah hasilnya,” kata Edson Tavares.

Disinggung mengenai pemain muda yang dimiliki Borneo FC, ia yakin jika kedepannya dirinya sanggup bekerjasama dengan amunisi muda yang dimiliki Pesut Etam.

Ia mengharapkan pemain muda Borneo FC mau memberikan kerja keras dan penampilan yang terbaik demi meraih stau tempat di posisi utama nantinya.

“Saya merasa bahwa pemain muda di sini adalah spesial karena mereka melewati sebuah proses yang orang lain tak lewati,” tambah pelath asal Brasil tersebut.

Disinggung mengenai target yang dicanangkan kepadanya, mantan pelatih Persija jakarta itu enggan berandai andai maupun emberikan jani terlebih dahulu.

Ia memilih untuk membuktikannya dengan kerja keras dan hasil di akhir pertandingan nantinya.

Musim ini, harapan agar Borneo FC Samarinda dapat masuk zona asia (peringkat 1-3 liga) terus menguat.

“Tapi saya tak ingin berbicara banyak, tapi akan membuktikannya lewat kerja,” pungkasnya.

Musim lalu, Pesut Etam mampu finis diurutan ketujuh klasemen akhir Liga 1 2019 dengan koleksi 51 poin.

Kala itu, Borneo FC masih ditukangi Mario Gomez mampu membukukan 12 kemenangan, 15 hasil imbang dan tujuh kali kekalahan.

Catatan istimewa Borneo FC ialah merupakan tim Liga 1 2019 yang menelan kelahan paling sedikit.

Bahkan dibanding dengan jawara Liga 1 musim lalu, Bali United yang mengantongi delapan kekalahan.