Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Shin Tae-yong Ungkap Timnas Indonesia U-19 Krisis Penyerang, Bek, dan Kiper Berkualitas

Di masa awal kepemimpinannya sebagai manajer dan pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, membuka kelemahan-kelemahan pesepak bola belia Indonesia.

Selain punya pekerjaan rumah besar memperbaiki kondisi fisik, stok pemain bermutu Tim Garuda Muda di sejumlah posisi dinilai amat berbatas.

Tae-yong menyebut permasalahan Indonesia keterbatasan stok penyerang yang berkualitas. Juga di posisi kiper dan bek tengah.

Menurut sang mantan pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu, hal ini tak hanya terjadi di Timnas Indonesia U-19 tapi hampir di semua level Tim Merah-Putih.

“Jujur saja stok penyerang berkualitas di Indonesia amat minim. Tapi di posisi itu lebih mending dibanding posisi pemain belakang dan penjaga gawang,” kata Shin Tae-yong jelang keberangkatan ke Thailand.

Timnas Indonesia U-19 saat ini menjalani TC di kota Chiang Mai mulai 22 Januari sampai 2 Februari 2020. Sebanyak 18 pemain terlibat di dalamnya. Tim satu ini disiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan digelar di Indonesia.

“Fokus utama untuk pemusatan latihan di Thailand latihan fisikal, karena ini menjadi titik terlemah dari pemain-pemain Indonesia. Selain itu juga mindset mereka tentang cara pemain,” ujarnya.

Shin Tae-yong dikenal sebagai pelatih yang kukuh pada pendiriannya dalam mengembangkan style permainan. Ia pemuja permainan sepak bola indah yang cepat. Untuk bisa ke arah sana, Timnas Indonesia U-19 akan ditempa secara spartan secara bertahap. “Tak ada yang instan, semua perlu menjalani proses. Semua harus bersabar,” kata pelatih berusia 50 tahun itu.

Kerasan di Indonesia

Di masa awal tugasnya, Shin Tae-yong mengaku menikmati lingkungan dan budaya baru yang ia hadapi di Indonesia.

Sang mentor kudu beradaptasi, memahami kultur Indonesia yang amat berbeda dengan Korea Selatan negara asalnya.

Saat menerima pinangan PSSI, Tae-yong menegaskan sudah tahu konsekuensi yang akan dihadapi. Sepak bola Indonesia punya potensi sekaligus aneka persoalan.

“Indonesia negara yang sangat nyaman untuk ditinggali. Orang-orang Indonesia juga sangat ramah. Saya berharap bisa berbagi ilmu dan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia,” katanya.