Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Ada Peran Safrudin Tahar dalam Pembelian 3 Pemain Baru

PSIS Semarang telah resmi membeli tiga pemain baru jelang kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya akan digelar pada Bulan Maret mendatang.

Tiga nama yang didatangkan oleh Laskar Mahesa Jenar adalah Alfeandra Dewangga, Wahyu Prasetyo, dan Abanda Rahman.

Uniknya ketiga pesepak bola ini merupakan pemain yang bisa dimainkan di beberapa posisi oleh pelatih kepala PSIS Dragan Djukanovic pada musim ini.

Alfeandra Dewangga yang merupakan penggawa Timnas Indonesia U-19 merupakan pemain yang bisa dimainkan di posisi bek kiri maupun bek tengah. Pria berusia 19 tahun tersebut juga mengaku siap apabila dimainkan di dua posisi yang berbeda.

Sementara Wahyu Prasetyo yang didatangkan dari Cilegon United juga memiliki keistimewaan seperti Dewangga yakni bisa bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah di PSIS nantinya.

Sedangkan Abanda Rahman selama ini sudah dikenal menjadi pemain yang bisa bermain di dua posisi berbeda yakni striker dan bek tengah.

Saat masih bermain di Persik Kediri (2017) dan Persis Solo (2018) dia diplot menjadi seorang striker. Pemain berusia 29 tahun ini baru bermain sebagai bek tengah saat memperkuat Kalteng Putra pada kompetisi Liga 1 2019.

Catatan seperti itu ternyata memang bukan hal yang kebetulan, manajemen PSIS mengaku bahwa pihaknya sengaja merekrut pemain yang bisa dimainkan di beberapa posisi walaupun tidak memiliki nama besar. Hal ini berkaca pada peran Safrudin Tahar musim lalu yang bisa dimainkan di beberapa posisi dan terbukti optimal.

“Kami memang sengaja membeli pemain-pemain serba bisa karena pengalaman tahun lalu saat Safrudin Tahar bisa bermain di posisi bek sayap dan bek tengah ternyata cukup membantu tim,” ujar General Manager PSIS Wahyu Winarto kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Senin (20/01/20).

“Musim lalu saat banyak pemain belakang absen dan cedera Tahar bisa menjadi solusi, kali ini kami juga berharap begitu. Apalagi kalau pemain serba bisa akan mempermudah Dragan untuk meracik dan memberi variasi yang berbeda di skuat PSIS,” pungkas pria yang akrab disapa Liluk tersebut.