Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

PSS Tetap Kondusif meski Berganti Pelatih

Terjadi perubahan di tim kepelatianh PSS Sleman setelah Seto Nurdiyantoro tak diperpanjang kontraknya oleh manajemen klub. Nama pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez Moran, resmi ditunjuk menukangi tim Elang Jawa pada musim 2020.

Pergantian pelatih PSS Sleman cukup kontroversial, mengingat Seto Nurdiyantoro cukup sukses dalam dua musim terakhir. Banyak pihak, terutama publik sepak bola Sleman, yang menginginkan Seto Nurdiyantoro bertahan.

Gelombang penolakan menyelimuti PSS, terutama dari suporter. Para pemain juga memiliki reaksi beragam setelah Seto Nurdiyantoro digantikan Eduardo Perez.

Persoalannya adalah skuat yang mulai dibangun merupakan warisan dari Seto. Sebagian wajah lama yang berhasil dipertahankan adalah hasil dari rekomendasi pelatih berusia 45 tahun tersebut, seperti Ega Rizky, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Batata, hingga Yevhen Bokhasvili.

Meski dipastikan berganti juru taktik, skuat PSS masih tetap kondusif dalam menyongsong kompetisi musim ini. Plt manajer PSS, M Eksan, memastikan bahwa skuat PSS yang sudah mulai berkumpul punya komitmen untuk tetap bertahan.

“Pengumuman pelatih kemarin memang ada pengaruhnya. Kami pastikan sejauh ini belum ada yang punya niat untuk mengundurkan diri,” ungkap Eksan, Minggu (19/1/2020).

Polemik di PSS dengan mengumumkan pelatih baru asal Spanyol tersebut juga dirasakan Eksan. Mantan pemain Pada di era awal tahun 2000-an ini, mengaku terkejut saat Seto yang pernah menjadi rekannya di PSS itu tidak dipertahankan lagi.

“Saya sendiri juga kaget setelah mendengar pengumuman kemarin. Namun, sebagai orang yang dibesarkan PSS, saya berharap pemain tetap menunjukkan sikap profesional,” jelas Plt manajer PSS Sleman itu.

Era Baru

PSS Sleman secara mengejutkan mengakhiri kerjasama dengan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih kepala. Tim Elang Jawa menunjuk Eduardo Perez Moran dan langsung diperkenalkan secara resmi di Rich Hotel, Sleman, Rabu (15/1/2020).

CEO PSS Sleman, Fatih Chabanto mengatakan, penunjukan Eduardo Perez telah melalui berbagai pertimbangan.

Sementara itu, Eduardo Perez mengaku antusias bekerja di PSS Sleman. Ia sangat tertantang untuk membawa PSS lebih berprestasi pada musim ini. Menurutnya, PSS merupakan tim besar dan penuh potensi, terutama melihat besarnya animo penonton.

“Terima kasih atas kepercayaan posisi ini kepada saya. Sebelumnya memang saya sudah mengetahui bagaimana PSS, termasuk juga tekanan suporter. Tentunya kami harus berusaha maksimal menghadap ketatnya persaingan di kompetisi,” kata Eduardo Perez.

Manajemen PSS juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Sleman, lantaran tidak memperpanjang kontrak dengan Seto dan memilih figur lain.

Seto telah memberikan prestasi untuk PSS Sleman. Pelatih asal Kalasan tersebut sukses membawa PSS menjuarai Liga 2 2018 dan finis di papan tengah Shopee Liga 1 2019.