Komentar Ferdinand Sinaga Setelah Mencetak Hattrick Perdana Sejak 2014

PSM Makassar mengawali kiprah pada babak play-off Piala AFC 2020 dengan kemenangan telak 4-1 atas Lalenok United di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Rabu (22/1/2020).

Striker Juku Eja, Ferdinand Sinaga jadi bintang berkat hattrick-nya ke gawang juara Liga Timor Leste 2019 itu. Bagi Ferdinand, mencetak tiga gol atau lebih adalah sukses perdana sejak 2014.

Terakhir, ia melakukannya pada Asian Games 2014. Menariknya, saat itu, ia malah mencetak empat dari tujuh gol timnas Indonesia U-23 ke gawang timnas Timor Leste pada laga perdana babak penyisihan grup.

Pada sesi jumpa media usai pertandingan, Ferdinand mengaku senang bisa membantu PSM meraih kemenangan.

“Puji Tuhan, kemenangan ini patut disyukuri. Semoga penampilan saya dan tim makin membaik pada laga selanjutnya,” kata Ferdinand.

Tiga gol ke gawang Lalenok jadi awal yang baik buat Ferdinand untuk bersaing mendapatkan menit bermain dengan striker lainnya.

Dibandingkan musim lalu, peluang Ferdinand tampil sebagai starter musim 2020 terbilang besar. Apalagi, pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak lebih senang memakai dua striker.

Awal yang Baik

Kondisi ini berbeda saat PSM Makassar dilatih Darije Kalezic pada 2019. PSM lebih banyak bermain dengan satu striker.

Situasi ini membuat Ferdinand kerap lebih sering jadi pengganti. Alhasil, produktivitasnya menurun di pentas Liga 1 2109. Ferdinand hanya memcetak 9 gol atau 1 gol lebih sedikit dibandingkan perolehan golnya pada Liga 1 2018.

Ferdinand secara khusus melontarkan pujiannya kepada sang kapten, Wiljan Pluim. Menurutnya, gelandang asal Belanda itu memiliki jiwa kepemimpinan lapangan dan tampil total setiap membela PSM.

“Saya sudah lama bermain dengan Pluim. Kami sudah saling mengerti karakter permainan masing-masing,” pungkas Ferdinand.