Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Meski Tunggak Gaji Pemain, Gresik United Bisa Tetap Ikut Kompetisi

Kasus tunggakan gaji Gresik United musim 2017 sudah diputuskan pengadilan pada 16 Oktober tahun lalu. PT Persegres Joko Samudro (PJS) harus membayar utang gaji sebesar Rp 458 juta.
Masalahnya, belum ada pelunasan gaji hingga saat ini. Padahal, ini sudah memasuki musim 2020.

“Sampai sekarang masih belum jelas,” keluh David Faristian kepada Jawa Pos. David adalah satu dari 22 pemain yang gajinya belum dibayarkan. Untuk David, total uang yang belum dibayarkan adalah Rp 49 juta. Itu adalah gajinya selama dua bulan di Gresik United.

David menyatakan heran dengan sikap pengurus PT PJS yang tidak menjalankan putusan pengadilan tersebut. Oleh karena itu dia masih terus melakukan komunikasi dengan pihak Asosiasi Pesepakbola Profesional Indoensia (APPI).

Pihak APPI sampai gerah. Mereka bahkan sempat menuntut agar Gresik United dibekukan. Artinya, tim berjuluk Laskar Joko samudro itu dilarang ikut kompetisi sebelum melunasi tunggakan gaji para pemainnya. Musim ini, Gresik United akan berlaga di Liga 3 zona Jawa Timur.

Tapi, keinginan APPI itu tidak digubris. Asprov PSSI Jatim memastikan Gresik United tetap bisa mengikuti kompetisi Liga 3. Meski mereka tahu bahwa tim asal Gresik itu masih punya tunggakan gaji kepada pemainnya. Asprov juga tahu ada putusan PN Gresik yang mewajibkan PT PJS segera melunasi tunggakan gaji. “Itu ranahnya adalah sengketa tenaga kerja,” terang Sekjen Asprov PSS Jatim Amir Burhanuddin kepada Jawa Pos. “Selama tidak ada putusan hukum soal larangan ikut kompetisi, mereka (Gresik United) berhak ikut kompetisi,” sambung Amir.

Ini adalah kali kedua Gresik United berlaga di Liga 3. Bedanya, perjuangan mereka akan lebih berat musim ini. Sebab, mereka harus memulai dari Zona Jatim. Sementara musim lalu mereka langsung lolos ke Liga 3 pra nasional. Sebab, mereka berstatus tim yang terdegradasi dari Liga 2 musim 2018 silam.