Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Persiraja Belum Temukan Sponsor

Hingga saat ini tim promosi Liga 1, Persiraja Banda Aceh belum menemukan sponsor utama untuk mendukung tim kebanggaan masyarakat itu mengarungi kompetisi. Namun pihak manajemen saat ini masih melakukan komunikasi dengan sejumlah calon sponsor.

Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam kepada Serambi, Jumat (17/1/2020) mengatakan, Persiraja memang sudah menemukan kesepakatan dengan pihak Bank Aceh untuk tetap mendukung Persiraja musim depan di Liga 1. Namun karena jumlah kesepakatan belum mencapai Rp 1 miliar, Bank Aceh belum menjadi sponsor utama.

Dek Gam menjelaskan, saat ini pihaknya sedang intens membangun komunikasi dengan tiga perusahaan besar yang beroperasi di Aceh yaitu Medco EP (perusahaan pengeboran minyak), PT Solusi Bangun Andalas (produsen semen), dan PT Mifa Bersaudara (tambang batu bara). Ia berharap bisa mendapatkan tanda tangan dari ketiga perusahaan tersebut sebagai sponsor.

Ia menjelaskan, dalam pembicaraan dengan pihak Medco, mereka bersedia menjadi sponsor, namun mereka meminta rekomendasi dari Gubernur. Sehingga ia meminta dukungan dari Pemerintah Aceh untuk Persiraja supaya segera mendapatkan sponsor.

“Dari sponsor, kita menargetkan bisa mendapatkan sekitar Rp 7 miliar, karena nanti ada bantuan PSSI, pemasukan dari tiket, saya juga ikut nyumbang nanti,” ujar Dek Gam.

Ia merincikan mengenai prediksi sumber pendapatan Persiraja untuk melakoni 34 laga di Liga 1 musim depan. Dari sponsor ditargetkan mendapat Rp 7 miliar, subsidi PSSI Rp 5 miliar, dan pembelian tiket diharapkan minimal bisa mencapai Rp 5-7 miliar.

Menurut Dek Gam, pendapatan dari tiket memang sangat sulit diprediksi. Karena jumlah pendapatan tiket sangat tergantung dari permainan tim nanti, jika Persiraja mampu meraih hasil yang bagus maka pendapatan tiket akan meningkat.

Selain itu, Dek Gam menjelaskan, saat ini kondisi Stadion Harapan Bangsa selaku markas Persiraja memang belum sepenuhnya siap untuk menjadi kandang yang sesuai regulasi pihak liga.

Katanya, lampu stadion yang direkomendasi ganti, hingga saat ini belum diganti. Sehingga Manajemen Persiraja meminta soal pergantian lampu stadion dapat dibantu oleh Pemerintah Aceh. Karena pihak Persiraja belum memiliki kemampuan untuk pergantian lampu tersebut.

Sementara rumput stadion yang juga masuk catatan tim verifikasi, saat ini sudah direhab dan hampir rampung. Sehingga saat verifikasi akhir bulan ini, persoalan rumput sudah selesai dan hanya tersisa masalah penerangan stadion.

Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam menambahkan, Persiraja Banda Aceh akan menggelar latihan perdana di Banda Aceh pada akhir bulan ini, tepatnya Kamis, 30 Januari 2020. Untuk latihan, tim berjuluk lantak laju ini akan menggunakan Stadion H Dimurthala Lampineung.

“Kita sudah memanggil kembali pemain yang sudah diperpanjang kontrak dan pemain baru yang akan menjadi bagian dari Persiraja musim ini, latihan perdana dimulai pada 30 Januari 2020,” kata Dek Gam.

Katanya, saat ini para pemain masih liburan dan berkumpul dengan keluarga. Namun minggu depan, satu per satu pemain akan kembali berlabuh di Banda Aceh. Untuk pemain asing, yang sudah tiba di Banda Aceh hanya lah Bruno Dybal, gelandang serang asal Brazil.

Bek asal Inggris, Adam Mitter akan mendarat di Banda Aceh pada 24 Januari ini. Sedangkan penyerang Vanderlei Fransisco bergabung agak telat, karena harus menunggu istrinya melahirkan. Sehingga ia akan tiba di Banda Aceh tepat 30 Januari, dan bergabung latihan sehari setelahnya.

Saat ini, untuk menatap kompetisi Liga 1, Persiraja masih akan ditangani oleh Pelatih Kepala Hendri Susilo dan Asisten Pelatih, Akhyar Ilyas. Saat ini tidak banyak lagi pemain yang dibutuhkan oleh Persiraja, hanya untuk posisi gelandang bertahan, bek kanan, dan kiper. (mun)