Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Spanduk Protes Terhadap Manajemen PSS Sleman Bermunculan di Pagar Stadion Maguwoharjo

Spanduk berupa ucapan protes terhadap kebijakan manajemen PSS Sleman bermunculan di pagar Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (17/1/2020).

Belum diketahui secara rinci sejak kapan belasan spanduk tersebut terpasang di pagar stadion sisi timur tersebut.

Pantauan Tribunjogja.com di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, spanduk-spanduk tersebut bertuliskan kalimat-kalimat sindiran dan kalimat yang meminta manajemen kembali mengangkat Seto Nurdiyantoro sebagai juru taktik tim kebanggaan bumi Sembada.

Selain itu, kantor PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang berada di sisi barat Stadion Maguwoharjo juga dipasangi spanduk berwarna hijau dan putih.

Di tengah spanduk tersebut bertuliskan In Seto We Trust.

Tak hanya itu, dua buah papan bunga dengan posisi sudah tertelungkup juga terlihat di kantor perusahaan yang menaungi klub PSS Sleman itu.

Hermanto (34) salah seorang warga yang sedang berolahraga di pelataran parkir stadion itu mengaku tidak tahu sejak kapan belasan spanduk tersebut terpasang pagar stadion.

Dirinya juga kaget melihat ada spanduk terpasang disitu.

“Saya kurang tahu juga persisnya sejak kapan karena saya juga kurang memperhatikan,” kata dia.

Sementaran itu, kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) merespon pergantian pelatih dari Seto Nurdiyantoro ke Eduardo Perez dengan mengeluarkan pernyataan resmi.

Suporter yang menghuni tribun selatan Stadion Maguwoharjo ini mengaku, bukan kali ini saja merasa kecewa dan prihatin akan kondisi klub.

Menurutnya, belum adanya fasilitas pendukung, pekerja profesional dan tumpang tindihnya peran menjadi daftar catatan lain yang jadi sorotan bagi pendukung setia Elang Jawa terhadap kondisi PSS Sleman.

“BCS menganggap, manajemen klub telah gagal merangkul pihak-pihak yang berkompeten dan berprestasi untuk PSS,” ujar Media Guide Brigata Curva Sud (BCS), Aand Andrean, Jumat (17/1/2020).

Tak hanya itu, mereka juga kecewa lantaran beberapa sosok kompeten justru dicoret dari klub.

Setelah menimbang beberapa hal, kata Aand, BCS ingin PSS Sleman dipegang oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten guna meningkatkan kualitas klub di segala aspek.

Selain itu, BCS juga mendesak secepatnya untuk mencari investor yang sesuai dengan masyarakat sepakbola Kabupaten Sleman.

“Tuntutan kami jelas, delapan tuntutan tahun lalu segera direalisasikan dan deretan nama yang tidak berprestasi, sekarang tinggal pilih, keluarkan semua yang tidak berkompeten atau kami yang keluar dari tribun
selamanya atau boikot semua pertandingan PS Sleman,” ujarnya. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)