Tira Persikabo Ajak Pemain Asing Mengenal Budaya Indonesia

Dua pemain asing yang dikabarkan akan memperkuat Tira Persikabo, Artyom Filiposyan dan Pettery Pennanen mendapat pegnalaman baru setelah tiba di Bogor.

Filiposyan dan Pennanen, bersama pelatih Igor Kriuschenko, berinteraksi dengan masyarakat Bogor, mengunjungi stadion, dan mencicipi kuliner Indonesia.Ini merupakan program manajemen untuk pemain asing agar mereka bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Setelah mengunjungi beberapa tempat, Esti mengajak Filiposyan, Pennanen dan Kriuschenko makan di rumah makan Sunda. Mereka menyantap aneka hidangan, mulai nasi goreng, singkong, pisang, sate, dan sop buntut.

Mereka menyantap satu persatu makanan yang dihidangkan itu dengan lahap.

Manajer SDM Tira Persikabo, Esti Puji Lestari mengatakan, pengenalan budaya di mana klub berada pada pemain asing sangat penting agar mereka tidak merasa asing di tempat barunya.

“Perusahaan besar di dunia harus memiliki program orientasi untuk belajar tentang budaya. Namanya cultur training. Di sini penting karena mereka akan menghadapi budaya Indonesia agar mereka lebih produktif,” kata Esti.

“Mereka juga ingin mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Indonesia. Kita ini di Indonesia diajarkan sopan santun, respek kepada orang tua, tidak boleh angkat kaki ke meja. Itu hal yang orang luar negeri belum mengetahui,” tambahnya.

Persiapan Kompetisi

Menyoal makanan, khususnya menu makanan Sunda, Esti menegaskan para pemain asing Tira Persikabo sangat suka terutama, sop buntut. Hal itu saja menggembirakan, karena tidak sedikit pemain asing di Indonesia kesulitan beradaptasi dengan makanan.

“Kami juga memperkenalkan makanan kepada mereka. Mereka cocok makan apa? Jadi, mereka tidak bisa sembarang makan. Kalau tidak cocok mereka bisa sakit,” kata Esti.

“Coach Igor sangat senang. Ini kn masa penyesuaian juga. Jadi, saat mulai kompetisi pemain sudah mengerti tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” ucap Esti mengakhiri pembicaraan.