Slemania Cemas karena PSS Masih Adem Ayem

Kelompok suporter PSS Sleman, Slemania, merasa cemas melihat kondisi tim kesayangannya yang bergerak lamban. Tim Elang Jawa terkesan adem ayem dalam melakukan persiapan menghadapi Liga 1 musim 2020.

Banyak pemain PSS Sleman yang memilih hengkang ke klub lain, meski sebagian lainnya sukses dipertahankan. Sementara untuk pemain rekrutan, baru sosok bek Samsul Arifin yang merapat ke Bumi Sembada.

Masalah lainnya adalah tim pelatih yang belum juga ditetapkan. Seto Nurdiyantoro belum mencapai kesepakatan untuk bertahan, meski manajemen klub terus melakukan negosiasi.

Kompetisi Liga 1 2020 kabarnya akan dimulai awal Maret mendatang. Praktis hanya tersisa waktu satu setengah bulan ke depan. Hal yang cukup kontras dengan tim-tim lain, yang bahkan sudah memasuki fase uji coba, seperti Persebaya Surabaya misalnya.

“Suporter sebenarnya fokus mendukung PSS dari tribune penonton. Tapi, dengan kondisi sekarang ini ya memang was-was. Kompetisi tinggal beberapa bulan lagi dimulai,” beber Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan kepada Bola.com, Senin (13/1/2020).

“Kami sering berkomunikasi dengan manajemen PSS Sleman, setidaknya ingin tahu tim kondisinya seperti apa. Harapannya manajemen segera menuntaskan pembentukan tim, mendatangkan pemain yang sekiranya menjadi pengganti mereka yang sudah keluar,” ungkapnya.

Seto Harus Bertahan

Selain itu, Slemania sangat berharap dengan keseriusan manajemen PSS Sleman, terutama memastikan pelatih Seto Nurdiyantoro bertahan. Prestasi Seto dalam dua tahun terakhir menjadi indikator begitu sentralnya sosok sang pelatih dalam kesuksesan PSS.

Asep Handi menambahkan persaingan pada musim ini bakal jauh lebih ketat. Akan menjadi pekerjaan yang sulit jika PSS tidak segera melakukan persiapan. Slemania juga terus berkoordinasi dengan kelompok suporter PSS lainnya, Brigata Curva Sud (BCS) dalam menyikapi situasi.

“Jangan sampai terseok-seok. Tim lain bahkan sudah uji coba, sementara PSS menentukan pelatih saja belum pasti. Coach Seto harus bertahan, melihat prestasinya tahun lalu. Dia juga tahu karakter sepak bola Sleman dan mengorbitkan pemain muda,” jelasnya.