Evaluasi Aji Santoso Setelah Persebaya Pesta Gol ke Gawang Persis

Persebaya berhasil pesta gol saat menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam (11/1/2020). Tim Bajul Ijo menang 4-0 dalam laga bertajuk Forever Game tersebut.

Empat gol Persebaya dicetak secara merata oleh pemain yang berbeda di hadapan 50 ribu penonton. Empat pemain adalah Hansamu Yama (29′-penalti), Patrich Wanggai (72′), Alwi Slamat (75′), dan Osvaldo Haay (82′).

Persebaya sempat kesulitan mengembangkan serangan di babak pertama. Persis malah beberapa kali mengancam gawang tuan rumah. Beruntung, permainan Persebaya jadi lebih agresif di babak kedua.

“Pertandingan ini sangat menarik dan penting, terutama untuk pemain muda kami. Saya yakin mereka belum pernah bertanding di hadapan 50 ribu penonton. Saya mengapresiasi pemain muda,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya setelah uji coba.

Aji Santoso membuat keputusan mengejutkan dengan menurunkan pemain muda di starting eleven. Hanya Hansamu Yama dan Patrich Wanggai yang terhitung pemain senior.

Beberapa pemain muda Persebaya itu adalah Ernando Sutaryadi, Koko Ari Araya, Zulfikar Akhmad, dan Mochammad Supriadi. Hasilnya, Bajul Ijo kerap gagal mencetak gol meski punya peluang emas. Itulah mengapa, gol pertama mereka lahir dari titik putih.

“Perlu ditingkatkan masalah mental dan itu penting. Dalam uji coba, saya tidak melihat hasil akhir. Saya lihat permainan tim yang baru tiga kali latihan. Ricky Kambuaya misalnya, bahkan baru datang kemarin,” imbuh Aji.

Masih Ada Waktu

Pada babak kedua, Persebaya melakukan beberapa perubahan dengan memasukkan Irfan Jaya, Osvaldo Haay, Alwi Slamat, dan beberapa pemain lain. Hasilnya, sangat terlihat perubahan permainan.

Tetapi, Persebaya juga terbantu dengan situasi Persis yang hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Penyebabnya, bek Bruno Casmir diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua.

“Butuh waktu buat kami, tidak mungkin mengubah pemain begitu cepat. Keseluruhan babak kedua, permainan kami sangat mendominasi dan hidup, masih dalam batas wajar. Kompetisi masih lama, ada kesempatan cukup memadukan pemain baru dan lama,” tutur Aji.