Bonek Menuntut Kejelasan Kandang dan Wisma Persebaya

Bonek mengadakan pertemuan diskusi di Wisma Persebaya, Karanggayam, Surabaya, Minggu malam (5/1/2020). Mereka membahas nasib klub kebanggaannya, Persebaya Surabaya, yang kini dalam kesulitan.

Sampai sekarang, Persebaya Surabaya belum menemukan kejelasan soal kandang yang akan digunakan untuk musim 2020. Seperti diketahui, Surabaya memiliki dua stadion, yaitu Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November. Namun, keduanya tidak bisa digunakan.

GBT direnovasi sebagai rencana menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Sedangkan Gelora 10 November kurang layak digunakan karena kerusakan beberapa fasilitas. Selama ini, Persebaya juga kesulitan mendapat izin penggunaan stadion.

“Kami meminta kepada Pemkot Surabaya untuk memberikan izin kepada Persebaya bisa bermain di Surabaya. Ada 17 laga kandang di Liga 1 2020, entah di GBT atau Gelora 10 November,” kata Andie Peci, pentolan Bonek yang memimpin diskusi itu.

Persebaya bakal menghadapi jadwal yang padat selama 2020. Selain Liga 1, klub berjulukan Bajul Ijo itu bakal tampil di ASEAN Club Championship 2020. Persebaya juga masih berpeluang tampil di Piala AFC.

“Antusiasme Bonek akan berkali lipat kalau Persebaya bermain di Surabaya. Klub kami akan bermain di level Asia Tenggara, itu ajang internasional. Sayang kalau tidak main di Surabaya. Hal-hal seperti itu harusnya juga dipikirkan,’’ imbuh pria berusia 39 tahun tersebut.

Sejauh ini, belum ada audiensi antara Persebaya dan Pemkot Surabaya untuk membahas hal ini. Manajemen Persebaya Surabaya sempat memikirkan opsi menggunakan stadion di kota satelit, seperti Gelora Delta (Sidoarjo) atau Joko Samudro (Gresik). Namun, opsi itu dibatalkan.

Wisma Persebaya pun Dalam Sengketa

Sementara itu, tempat Bonek mengadakan diskusi itu, Wisma Persebaya, juga masih dalam sengketa. Perselisihan ini melibatkan Pemkot Surabaya dan PT Persebaya Indonesia sejak pertengahan musim lalu.

Tempat tersebut juga memiliki Lapangan Persebaya yang digunakan untuk kompetisi internal. Setelah disegel Pemkot, pada pemain muda binaan Persebaya terpaksa bertanding di lapangan lain. Sengketa ini juga sudah masuk meja hijau.

“Kami berharap ada musyawarah mufakat sesuai kultur Surabaya. Mes seharusnya tidak perlu disengketakan. Wisma Persebaya hanya perlu dikembalikan ke fungsi awal untuk kompetisi internal Persebaya Surabaya,’’ ucap pria bernama lengkap Andi Kristianto itu

“Kami tidak meminta tanah Wisma Persebaya diserahkan ke PT Persebaya Indonesia. Kami hanya minta pengelolaannya dikembalikan ke Persebaya. Kami bukan menuntut hak milik. Kami ingin harapan kami terpenuhi. Kalau tidak, kami bisa lakukan aksi yang lebih besar,’’ tutur Andie Peci.