Soal Penonton, PSM Makassar Catat Rekor Buruk di Liga 1 2019

Okupansi atau tingkat kepadatan penonton yang memadati Stadion Andi Mattalatta di setiap laga kandang PSM Makassar di ajang Shopee Liga 1 2019 menjadi yang paling buruk dalam tiga musim terakhir.

Dari data yang dihimpun redaksi berita INDOSPORT, rata-rata okupansi laga kandang PSM menurun hingga nyaris menyentuh 50 persen. Catatan ini tentu sangat buruk bagi klub yang termasuk memiliki basis suporter terbesar di Indonesia.

CEO Munafri Arifuddin menyebut ada beberapa faktor yang membuat menurunnya okupansi laga kandang di musim ini. Salah satunya ialah performa buruk Willjan Pluim dkk. yang mengakhiri Liga 1 2019 diperingkat ke-12.

“Memang semuanya harus dibayar dengan prestasi. Kalau PSM bermain baik dan bersaing di papan atas, tentu penonton akan datang berbondong-bondong ke stadion. Selain itu, kebanyakan laga digelar di hari dan jam kerja,” ungkap Munafri, Rabu (06/11/19) lalu.

Lantas, bagaimanakah tingkat okupansi laga kandang PSM diajang Liga 1 dalam tiga musim terakhir? Berikut redaksi berita INDSOPORT rangkum untuk anda.

Liga 1 2017
Liga 1 2017 menjadi musim dengan tingkat okupansi laga kandang paling tinggi yang dicatat oleh PSM. Sebanyak 234.433 pasang mata datang menyaksikan 17 laga kandang atau dengan rata-rata 13.790 pasang mata per laga.

Laga pekan ketujuh melawan Sriwijaya FC menjadi yang paling banyak dihadiri yakni sebanyak 14.925 pasang mata. Adapun laga melawan Persela Lamongan pada pekan pertama menjadi yang paling sedikit dipadati penonton yakni sebanyak 9.537 orang.

Catatan itu juga membuat PSM menjadi nomor satu dalam hal tingkat okupansi stadion dibandingkan 17 klub lain. Pasukan Ramang berhasil mencatat 92 persen disusul Persela dengan 89 persen dan Persija Jakarta dengan 82 persen.

Tingginya tingkat okupansi laga kandang PSM diajang Liga 1 2017 tidak lain dan tidak bukan disebabkan performa yang konsisten bersaing di papan atas dan perburuan gelar juara. Sayang, Willjan Pluim dkk. harus puas mengakhiri musim diperingkat ketiga.

Liga 1 2018
Semusim berselang, PSM kembali mencatatkan okupansi laga kandang yang impresif walaupun mengalami sedikit penurunan. Sebanyak 221.025 orang menghadiri 17 laga kandang atau rata-rata 13.001 orang per laga.

Laga pekan ke-31 melawan Persija dan pekan ke-34 melawan PSMS Medan menjadi duel yang paling banyak dihadiri yakni sebanyak 14.890 orang. Sedangkan laga pekan ke-16 menjadi duel yang paling sedikit dihadiri yakni sebanyak 558 orang saja.

Akibatnya, laga melawan The Guardian mempengaruhi rata-rata okupansi PSM diajang Liga 1 2018 sehingga sedikit menurun dibandingkan musim sebelumnya. Namun, rendahnya penonton yang menghadiri laga tersebut memiliki dasar yang kuat.

Ya, laga tersebut tidak digelar di Makassar melainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. PSM harus melakoni laga usiran akibat pencahayaan Stadion Andi Mattalatta tidak memenuhi syarat.

Meski mengalami penurunan dibandingkan musim lalu, PSM kembali menjadi nomor satu disusul Persela dan PSMS. Alasannya pun tetap sama, Pluim dkk. konsisten di papan atas dan perburuan gelar juara walau pada akhirnya harus puas menjadi runner up.

Liga 1 2019
Musim ini menjadi yang paling buruk dibandingkan dua musim sebelumnya, bahkan sangat anjlok. Dari 17 laga kandang, hanya sebanyak 130.424 orang yang datang langsung menyaksikan PSM berlaga, dengan rataan 7.672 orang per laga.

Laga pekan ke-15 melawan Persib menjadi yang paling diminati dimusim ini dengan dihadiri sebanyak 14.327 orang. Sedangkan laga pekan ke-27 melawan Kalteng Putra menjadi yang paling sedikit dengan hanya dihadiri 2.174 orang.

Tercecernya PSM di papan atas dan perburuan gelar juara menjadi faktor utama menurunnya minat penonton memadati Stadion Andi Mattalatta. Bahkan, dari 17 laga kandang, hanya empat laga yang dihadiri lebih dari 10.000 orang.