Ungkapan David da Silva Setelah Meraih Gelar Gol Terbaik di Shopee Liga 1 2019

David da Silva tidak membawa Persebaya menjuarai kompetisi Shopee Liga 1 2019. Timnya merupakan runner-up di bawah Bali United. David juga tidak menjadi top scorer karena hanya mencetak 14 gol, kalah dari Marko Simic (27 gol).

Tapi, striker berpaspor Brasil itu sukses menggondol satu trofi. Dia menyabet gelar dalam kategori Best Goal alias gol terbaik di Shopee Liga 1 2019. David tidak menyangka bisa meraih gelar individu dalam kompetisi ini.

“Saya sangat bahagia sudah terpilih sebagai pemain yang mencetak gol terbaik di Liga 1 musim ini. Saya hanya harus berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya selama ini. Persebaya sangat membantu saya,” kata David kepada Bola.com, Senin (23/12/2019).

Perlu diketahui, gol terbaik yang dicetak oleh David itu terjadi saat Persebaya menjamu sang rival, Arema FC, dalam pekan ke-32 di Stadion Batakan, Balikpapan (12/12/2019). Gol itu lahir lewat aksi individu David.

Saat itu, dalam situasi serangan balik, David langsung berlari membawa bola untuk menusuk ke pertahanan Arema. Dia mampu melewati stoper Hamka Hamzah sebelum akhirnya menggetarkan jala gawang Singo Edan.

“Itu adalah hari yang luar biasa. Kami melewati sebuah pertandingan besar, kemenangan besar, dan tiga poin terbesar di Liga 1. Kemenangan itu juga yang membuat kami mendapat tambahan kekuatan bisa mengalahkan Persija pada laga tandang,” ungkap David da Silva.

Gelar Spesial

Selama ini, Arema merupakan tim yang dikenal sebagai rival berat Persebaya. Pertemuan keduanya juga kerap melahirkan atmosfer panas di stadion. Pantas bila David da Silva merasa sangat istimewa dengan gelar ini.

Penyerahan trofi itu telah dilakukan sebelum perayaan juara Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (22/12/2019). Sayangnya, David memang tidak bisa hadir langsung ke Bali pada momen itu.

Sehari sebelumnya, dia bertanding untuk Persebaya yang menang 2-1 atas Badak Lampung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (21/12/2019). Mustaqim, selaku bagian dari tim Technical Study Group sebagai penilai nominasi dalam kategori titel individu, datang mewakilinya.

Pemain berusia 30 tahun itu juga sudah merencanakan pulang kampung ke Brasil itu merayakan Natal. Masalahnya, dia merencanakan keberangkatan ke Brasil dari Surabaya, sehingga memutuskan tidak hadir ke Bali.