Jacksen Tiago Klaim Liga 1 2019 Momen Terberat bagi Persipura

Persipura Jayapura pantas mendapat label tim papan atas yang tangguh dan teruji di Indonesia. Bukan soal gelar juara yang pernah mereka rengkuh. Tapi serentetan ujian berat yang mampu mereka lalui pada gelaran Shopee Liga 1 2019.

Berangkat dari papan bawah atau zona degradasi pada pekan-pekan awal, pelan tapi pasti Mutiara Hitam merangsek ke jajaran elite.

Satu hal yang menarik, capaian prestasi tersebut setelah Jacksen Tiago kembali dipercaya sebagai nakhoda tim menggantikan kompatriot sekaligus sahabat karibnya, Luciano Leandro.

Lebih hebat lagi, Persipura Jayapura yang kini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara meraihnya dengan status sebagai tim musafir. Tapi sayang, memasuki akhir musim kompetisi performa Persipura mulai merosot.

Padahal Mutiara Hitam sempat berpeluang bersaing dengan Bali United untuk berebut gelar juara musim ini.

“Saya tak menyesali peluang juara yang telah hilang. Tapi, mari kita analisa secara menyeluruh faktor penyebab menurunnya tim ini. Kendala utama jelas status sebagai musafir,” tutur Jacksen Tiago.

Jika boleh berandai-andai, Jacksen yakin Persipura bisa menempel ketat Bali United, atau, bahkan menyalip Serdadu Tridatu.

“Jika situasi normal, kami tak jadi musafir, tentu Persipura Jayapura bisa jadi juara. Tapi, saya tetap berpikir positif. Ini takdir Tuhan yang harus kami jalani tanpa mengeluh. Prestasi musim ini saya anggap sangat luar biasa. Pemain sudah membuktikan Persipura layak jadi tim papan atas,’ ujarnya.

Persipura Makin Matang

Dampak positif lain dari perjuangan Persipura Jayapura di Liga 1 2019, Boaz Solossa dkk. makin matang dan dewasa menyikapi keadaan abnormal ini.

“Saya bersyukur manajemen dan pemain tetap kompak. Prestasi ini jadi buktinya. Saya pikir bukan Persipura saja yang tidak stabil, kontestan lain juga begitu. Orang tak tahu, sebenarnya pemain juga jenuh. Apalagi sebagai musafir mereka harus berpisah dengan keluarga dalam waktu panjang,” katanya.

Tapi, arsitek asal Brasil ini sama sekali tak menuding pemain sebagai aktor penurunan penampilan Persipura.

“Pemain tak salah. Keadaanlah yang membuat kami seperti ini. Saya selalu ingatkan pemain harus berpikir ke depan dan tak meratapi kondisi ini. Kompetisi belum selesai dan kami tetap ingin mengejar jatah tampil di level Asia,” ucapnya.