Terdegradasi, Ironi bagi Semen Padang, Kalteng Putra, dan Badak Lampung

Nahas, adalah kata yang mungkin saja tepat untuk menggambarkan nasib Kalteng Putra FC, Semen Padang, dan Perseru Badak Lampung FC dalam kiprahnya di Liga 1 2019.

Ketiga klub tersebut harus menelan pil pahit karena dipastikan terdegradasi ke Liga 2 pada musim depan.

Meski kompetisi Liga 1 2019 masih menyisakan dua pertandingan lagi, muskil bagi Kalteng Putra, Semen Padang, dan Badak Lampung untuk mengatasi ketertinggalan poin dari tim-tim yang berada di atas mereka.

Kalteng Putra yang berada di peringkat ke-18 dan Semen Padang yang berada di posisi ke-17, sama-sama mengumpulkan 31 poin dari 32 laga yang sudah dilakoni.

Walaupun dalam dua laga sisa, Kalteng Putra dan Semen Padang berhasil meraih kemenangan, mereka tidak akan bisa menggeser Persela Lamongan (peringkat ke-15) dan Barito Putera (peringkat ke-14) yang posisinya berada dekat dengan zona degradasi.

Sebab, Persela dan Barito masing-masing sudah berhasil mengemas 40 poin dari 32 laga.

Selain itu, walaupun menang dalam dua laga sisa, Semen Padang dan Kalteng Putra pun tidak akan bisa mengejar ketertinggalan poin dari Persela dan Barito.

Sebab, maksimal mereka hanya akan mengumpulkan 37 poin pada akhir kompetisi nanti.

Nasib serupa juga dialami oleh Badak Lampung, yang berada di posisi ke-16 dengan 33 poin.

Sebelum akhir rangkaian pertandingan di pekan ke-32 Liga 1 2019 rampung, Tim berjulukan Laskar Saburai itu sejatinya masih memiliki peluang untuk bertahan di Liga 1 pada musim depan.

Akan tetapi, kesempatan tersebut kandas lantaran Persija Jakarta mampu mengalahkan Madura United dengan skor telak 4-0.

Kemenangan itu membuat Persija yang sebelumnya menduduki posisi ke-15 dengan 38 poin naik ke posisi 12 dengan 41 poin.

Padahal, bila Persija kalah dari Madura United, Badak Lampung masih memiliki harapan untuk bertahan di Liga 1 pada musim depan.

Namun, dengan catatan, Badak Lampung mampu memenangi dua laga sisa dan Persija kalah dari lawan-lawannya.

Bila itu terjadi, Badak Lampung bisa memiliki keunggulan satu poin atas Persija dan mengirim sang juara bertahan ke Liga 2 pada musim depan.

Harapan tinggallah harapan karena pada kenyataannya Persija mampu meraih hasil positif pada laga yang dimainkan pada pekan ke-32.

Badak Lampung harus menerima kenyataan terdegradasi ke Liga 2.

Pasalnya, pesaing terdekat Badak Lampung saat ini hanya tinggal Persela dan Barito.

Andai mampu memenangi dua laga sisa, Badak Lampung pun tidak akan mungkin bisa mengejar perolehan poin Persela dan Barito.

Pada akhir kompetisi, poin maksimal yang bisa didapatkan Badak Lampung adalah 39 poin. Masih kurang satu angka dari perolehan poin Persela dan Barito saat ini.

Ironi dua tim promosi

Tentu, tidak ada kesebelasan di kompetisi mana pun di seluruh dunia yang ingin terdegradasi ke kompetisi strata bawah.

Namun, itu adalah nasib yang saat ini harus diterima Kalteng Putra, Semen Padang, dan Badak Lampung.

Situasi ini tentu, menjadi sebuah ironi, terutama bagi Semen Padang dan Kalteng Putra. Bagaimana tidak, kedua tim tersebut berstatus sebagai tim promosi di Liga 1 2019.

Selain sebagai tim promosi, Kalteng Putra juga berstatus sebagai tim debutan di Liga 1 2019. Sayangnya, nasib buruk menimpa tim berjulukan Enggang Borneo itu.

Dalam debutnya berlaga di kompetisi strata tertinggi sepak bola Indonesia, Kalteng Putra harus kembali bermain di kompetisi strata dua.

Hal yang tidak jauh beda juga dialami Badak Lampung, yang harus terdegradasi dalam debutnya di Liga 1. Seperti diketahui, Badak Lampung merupakan tim baru, yang mengakuisisi Perseru Serui.

Begitu pula dengan Semen Padang. Klub jebolan kompetisi Galatama itu baru saja promosi setelah pada 2017 lalu harus terdegaradasi ke Liga 2.

Setahun bermain di Liga 2, Semen Padang bangkit dan kembali promosi. Sayangnya, baru semusim kembali merasakan sengitnya persaingan di Liga 1, Semen Padang harus kembali terdegradasi.

Ironi bagi Semen Padang, tidak berhenti sampai di sana. Sebab, mereka juga terkena sanksi embargo transfer selama tiga periode jendela transfer yang dijatuhi FIFA karena menunggak gaji pemain.

Menurut kabar, sanksi tersebut bisa dicabut andai manajemen klub beralias Kabau Sirah itu sudah melunasi gaji pemain yang tertunggak itu.