Rentetan Hasil Buruk Bikin Laga Kandang Terakhir Arema FC Kurang Peminat

Arema FC baru saja mendapatkan sejumlah hasil buruk di pengujung Shopee Liga 1 2019. Dampaknya pun tidak menyenangkan setelah enam laga tanpa kemenangan. Arema FC tak hanya menuai kritik, tapi penjualan tiket laga kandang terakhir pun kurang diminati.

Arema FC akan menjamu Bali United pada laga pekan ke-33 Shopee Liga 1 2019 pada Senin (16/12/2019), yang menjadi laga kandang terakhir Singo Edan pada musim ini. Namun, tampaknya laga tersebut tak begitu mendapatkan sambutan dari Aremania yang sedang kecewa karena penampilan Arema dalam beberapa laga terakhir.

Loket penjualan tiket di kantor manajemen Arema tampak sepi. Padahal tiket lawan Bali United sudah dijual sejak awal pekan ini.

“Saya pikir wajar jika Aremania kurang bergairah memberikan dukungan langsung di laga terakhir. Kami tidak menyalahkan juga suporter yang memilih tidak menonton. Enam pertandingan tanpa kemenangan jadi alasannya dan hanya dapat dua poin. Yang paling menyakitkan tentu kekalahan dari Persebaya kemarin (12/12/2019),” kata Achmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.

Ada Aremania yang menggerakkan aksi boikot melalui media sosial. Sebagai bentuk protes, mereka tidak hadir langsung memberi dukungan di Stadion Kanjuruhan, saat melawan Bali United.

Sebenarnya ini bukan yang pertama. Ketika Arema FC melawan Kalteng Putra, 1 Desember lalu Aremania sudah malas untuk datang. Meski pertandingan itu digelar hari Minggu, tapi jumlah penontonnya hanya 4.343.

Kekalahan dari Persebaya Memperburuk Situasi

Beda ceritanya jika Arema FC berhasil menang atas Persebaya pada pekan ke-31 Shopee Liga 1 2019. Aremania pasti akan terangsang datang ke Kanjuruhan saat lawan Bali United untuk memberikan penghormatan sekaligus menutup laga kandang dengan kesan lebih baik. Meskipun target masuk tiga besar di musim ini tak lagi bisa dikejar.

“Semoga musim depan ada penyegaran. Baik di pelatih maupun pemain. Karena permainannya sudah terbaca lawan,” sambungnya.

Dalam beberapa laga terakhir, tim yang menjadi lawan Arema selalu berhasil mengunci pergerakan gelandang serang Makan Konate. Itu sudah membuat permainan Singo Edan kurang berkembang.

Maklum, Arema sangat bergantung pada gelandang asal Mali tersebut. Baik sebagai pemberi assist maupun pencetak gol.