Mengupas Produktivitas Persebaya di Bawah Besutan Aji Santoso

Persebaya mengalami perubahan drastis sejak ditangani Aji Santoso per 31 Oktober 2019. Tim berjulukan Bajul Ijo ini telah melewatinya tujuh pertandingan terakhir di Shopee Liga 1 2019 tanpa kekalahan, perinciannya lima kemenangan dan dua seri.

Ketajaman lini depan juga meningkat. David da Silva dkk. mampu mencetak 18 gol dalam tujuh pertandingan itu. 18 gol itu menjadi yang tertinggi di antara kontestan Liga 1 lain, dengan jumlah pertandingan yang sama.

Statistik apik ini berbeda jauh dibandingkan sebelum Persebaya diarsiteki oleh Aji Santoso. Persebaya melewati enam pertandingan secara beruntun tanpa kemenangan, yakni dua seri dan empat kalah. Bajul Ijo juga hanya mencetak empat gol.

Pemain yang paling terlihat menonjok adalah David da Silva. Dari dari 18 gol, sembilan di antaranya merupakan kontribusi dari striker berusia 30 tahun itu. Pemain serbabisa Diogo Campos juga cukup reguler mencetak gol dengan menyumbang tiga di antaranya.

Sekilas, dua pemain berpaspor Brasil itu memang memegang peran penting untuk permainan Persebaya. Lantas, apa yang telah dilakukan oleh Aji terhadap David dan Diogo hingga membuat Persebaya kian produktif?

“Inti permainan tim ini tidak hanya ada pada David dan Diogo saja. Tapi, bagaimana saya memberi kenyamanan kepada setiap pemain untuk mengekspresikan kemampuan. Bagi saya itu bukan hal yang mudah,” kata Aji kepada Bola.com belum lama ini.

Jika ditelisik, Persebaya telah menyuguhkan permainan yang secara taktik menjadi lebih agresif. Para pemain Bajul Ijo bergerak kompak dari lini belakang sampai depan memainkan umpan-umpan pendek.

Bagian Tersulit

Rendi Irwan cs. memeragakan permainan secara tim, tidak hanya per lini. Mereka kompak dan berkoordinasi dengan baik. Lihat saja bagaimana Arema dibuat tertekan setiap kali memegang bola. Dalam situasi itu, pemain Persebaya langsung bergerak cepat merebut kembali penguasaan bola.

Sebelum Arema, Persebaya berhasil menaklukkan PSM Makassar, Persipura Jayapura, Madura United, dan Bhayangkara FC. Persebaya justru meraih hasil imbang saat menghadapi dua tim papan bawah, yaitu Tira Persikabo dan Semen Padang.

Secara mental, pemain Persebaya terlihat memiliki gairah dan semangat tinggi untuk memenangi pertandingan. Hal itu tampaknya cukup masuk akal mengingat Aji merupakan sosok pelatih kebapakan, yang mampu mengayomi skuat yang dipimpinnya.

“Bagian tersulit adalah membuat pemain mengeluarkan kemampuan 100 persen di atas lapangan. Tidak ada sekolahnya itu melakukan itu, tergantung pengalaman setiap pelatih. Saya berusaha dekat dengan mereka,” ucap Aji.

“Yang terpenting, setiap pemain harus mengeluarkan kemampuan maksimal sesuai yang dimiliki masing-masing. Kemampuan individu memang menentukan, tapi menyatunya permainan tim ini menjadi tahapan berikutnya,” imbuh pelatih asli Malang itu.

Di sisi lain, Aji juga cermat memilih komposisi skuatnya saat menjalani pertandingan. Dalam tujuh pertandingan, tidak ada satu pun starting eleven yang sama. Selalu ada beberapa pemain yang sebelumnya cadangan menjadi starter atau sebaliknya.

Statistik 4 Pelatih

Kebijakan itu diambil Aji dengan alasan yang kuat. Selama enam pekan menangani Persebaya, dia dihadapkan pada jadwal padat kompetisi. Alhasil, Aji berusaha melakukan rotasi untuk membuat pemainnya tidak kelelahan.

“Setiap pertadingan memiliki cerita dan lawan yang berbeda. Kalau saya menurunkan komposisi yang sama setiap pertandingan, pemain akan kelelahan. Saya juga ingin memberi kesempatan untuk pemain lain yang dalam kondisi bugar,” tuturnya.

Kolaborasi semua faktor itu membuat Aji menjadi pelatih yang meraih hasil paling apik dibanding tiga pelatih lain yang pernah menangani Persebaya musim ini. Dia bahkan mengungguli Djadajng Nurdjaman, yang hanya membukukan empat kemenangan dari 13 laga yang dijalaninya sebelum diberhentikan.

Statisitik Pelatih Persebaya di Liga 1 2019:

Djadjang Nurdjaman

13 pertandingan, 4 menang, 6 seri, 3 kalah, 20 gol

Bejo Sugiantoro (caretaker)

8 pertandingan, 3 menang, 3 seri, 2 kalah, 12 gol

Wolfgang Pikal

4 pertandingan, 0 menang, 1 seri, 3 kalah, 3 gol

Aji Santoso

7 pertandingan, 5 menang, 2 seri, 0 kalah, 18 gol