Gagal Juara Liga 1 2019, Layakkah Robert Alberts Dipertahankan Persib?

Nasib pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, masih misteri seusai dinilai sebagian orang gagal menaikkan performa Maung Bandung.

Salah satu yang membuat penilaian beberapa pihak Robert Alberts gagal dalam melatih Persib adalah tak terpenuhinya target manajemen di awal musim 2019.

Saat itu, manajemen Persib menargetkan Pangeran Biru bisa keluar sebagai juara Liga 1 2019.

Akan tetapi yang terjadi justru penampilan Persib merosot jauh dan sempat terseok-seok di papan bawah klasemen sementara pada putaran pertama Liga 1 2019.

Namun, Robert berhasil memperbaiki performa Persib ketika memasuki waktu bursa transfer paruh musim.

Pelatih asal belanda tersebut merombak skuad Persib dengan mengganti tiga pemain asing mereka.

Hasilnya, Persib kini mampu bersaing di papan atas klasemen sementara dan sejauh ini masih bertengger di peringkat ketujuh dengan 45 pon.

Tapi nyatanya, perbaikan tersebut tetap tak memuaskan bagi beberapa pihak yang terlanjur kecewa akibat Persib tak bisa juara musim ini.

Sehingga timbul pertanyaan, masih layakkah Robert Rene Alberts menukangi Persib Bandung untuk musim 2020?

Salah seorang pengamat sepak bola Indonesia, Supriyono Prima, menilai bahwa pelatih asal Belanda tersebut masih sangat layak dipertahankan oleh manajemen Persib.

“Saya menilai Robert masih sangat layak jadi pelatih Persib, sebab dia sudah sangat paham kultur sepak bola Indonesia,” ujar Supriyono Prima dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar.

“Track record dia juga tak terlalu buruk dengan apa yang dilakukan membawa Arema juara dan membangun PSM menjadi tim seperti sekarang,”

“Dia juga banyak memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk menambah jam terbang,” ucapnya.

Supriyono yakin, Robert mampu menaikkan prestasi Persib di musim depan menjadi lebih baik.

“Pelatih yang bagus bukan cuma memikirkan bagaimana caranya menang, tetapi juga harus bisa membangun tim,” kata Supriyono.

“Beri dia kesempatan, karena membangun tim yang kuat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan,” tuturnya.

Supriyono menilai jika manajemen Persib akhirnya memutuskan untuk mempertahankan Robert, maka mereka harus memberikan keleluasaan bagi pelatih 65 tahu tersebut.

Semua kewenangan yang terkait dengan strategi dan pemain harus jadi milik Robert sepenuhnya, termasuk menentukan transfer pemain.

“Pahami apa yang diinginkan Robert dalam menjalankan taktikal,” ucap Supriyono.

“Jangan ada intervensi, sepak bola itu kuncinya tiga, bertahan, menyerang, dan transisi.”

“Robert pasti tahu bagaimana membangun Persib untuk bosa seimbang di tiga kunci tersebut,” ujarnya mengakhiri.