Eduardo Almeida Minta Maaf Kepada Fans Semen Padang

Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida menyampaikan permintaan maaf kepada suporter setelah Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2 usai menelan kekalahan 2-0 dari PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Jumat (13/12) malam WIB.

Tim pelatih, ofisial, dan pemain Semen Padang terlihat bersedih selepas wasit Yeni Krisdianto meniupkan peluit panjang. Mereka menghampiri suporter yang memberikan dukungan langsung di tribun VIP sisi utara. Tampak beberapa suporter menangis saat menyanyikan chant kebanggaan tim.

“Selamat untuk kemenangan PSIS Semarang, saya minta maaf kepada suporter Semen Padang. Malam yang berat, kami kalah dari PSIS, dan harus turun ke Liga 2. Hingga pekan ke-32, kami mendapatkan 31 poin. Tidak ada lagi yang bisa saya katakan,” kata Almedia.

“Kami berjuang hingga akhir pertandingan. Saya respek kepada pemain, kami melakukan pekerjaan kami hingga akhir laga. Pemain saya membuat laga yang bagus, namun hasil tidak memihak kami. Memang saya masuk tidak di awal, yang harus dipikirkan bagaimana tim ini ke depannya.”

Almeida menyoroti keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Flavio Beck Junior yang dinilai menampar Finky Pasamba dalam situasi perebutan bola. Dalam pandangannya, Flavio berusaha melindungi bola, dan tidak mencederai lawan. Namun Almeida bisa menerima keputusan kartu merah untuk Agung Prasetyo.

“Seharusnya wasit memberikan peringatan dengan kartu kuning, bukan kartu merah. Untuk kartu merah yang kedua, situasi berbeda, pemain kami pantas mendapatkan kartu merah,” imbuhnya.

Sementara itu Muhammad Rifqi mengaku sedih dengan kegagalan meraih kemenangan di kandang PSIS sekaligus turun kasta ke Liga 2 pada musim 2020.

“Kami sudah berjuang maksimal dan tidak ingin ketinggalan. Kami berusaha mencetak gol dengan menciptakan peluang, tapi hasil akhir mereka menang, dan kami kalah. Pemain sangat sedih dengan kondisi ini,” kata Rifqi. (gk-18)