Seto Nurdiyantoro Sebut Formasi Dadakan PSS Sleman Tak Berjalan Mulus

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui menerapkan formasi baru ketika dikalahkan Persela Lamongan 1-0 dalam pertandingan pekan ke-32 Liga 1 2019 di Stadion Surajaya, Rabu (11/12) sore WIB.

Seto mengatakan, PSS mencoba memakai formasi 3-4-3 dengan meninggalkan skema 4-3-3 demi menambah variasi permainan. Hanya saja, skema yang baru disiapkan itu tidak berjalan dengan baik.

“Sore ini kami gunakan formasi 3-4-3 dari yang biasanya 4-3-3, jadi belajar di situ. Karena baru dua hari belajar formasi ini, saya pikir belum maksimal dan belum sempurna. Tapi saya kira pemain sudah memahami,” ungkap Seto.

“Di babak pertama banyak serangan sporadis, dan tidak banyak target di sana. Compact defence sebenarnya cukup lumayan. Sementara babak kedua ada kelengahan dan tercipta gol.”

“Sementara di 15 menit terakhir kami kembali ke formasi ideal. Mungkin kami lebih banyak menguasai bola, tapi tidak dapat memanfaatkan peluang. Tapi buat saya, ini pembelajaran cukup bagus, karena kami belajar formasi baru.”

Seto menambahkan, kesalahan elementer akibat mencoba formasi baru masih terlihat. Karena itu, Seto mengaku akan terus mematangkan skema itu di dua pertandingan terakhir.

“Compact defence sudah bagus, tapi kami banyak salah passing, salah kontrol. Itu yang akan kami perbaiki. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa lebih baik,” imbuh Seto. (gk-43)